Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 10. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 10. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 Januari 2019

6. Pengujian Ultrasonik

Uji ultrasonic adalah pengujian baik pengukuran tebal maupun pendeteksian cacat internal ( flaw detection ) dengan menggunakan getaran ultra , yakni gelombang mekanis yang berfrequensi diatas 20 KHz .
Gelombang ini memiliki sifat sama dengan gelombang suara yang dapat dipantulakn , dibiaskan , didefraksikan dan diserap . Dimensinya ditentukan sebagai berikut : panjang gelombang            (        )  , frequensi ( f ) , kecepatan rambat ( v ) , amplitudo (   A  ) , dan fasa ( φ ) .
Gelombang ultrasonic dihasilkan oleh suatu transducer yang biasanya bekerja  berdasarkakan konversi  enerji listrik ( piezo electric ) menjadi enerji mekanik .

Gelombang ultrasonic akan terdifraksi ( tersimpangkan ) sedemikian besar didalam udara sehingga untuk mendapatkan perambatan yang konsisten dari transducer kebenda uji , kedua permukaan benda yang berhimpitan ( interface ) harus diberi zat perantara yang dapat menghantarkan gelombang ultrasonic yang berupa cairan ( air , gemuk , minyak pelumas , dll ) yang disebut couplant .
Perambatan gelombang ultrasonic ini dapat dimanipulasikan untuk maksud pengukuran ketebalan bahan , bentuk dan besaran serta lokasi ketidak sesuaian / cacat internal  , dan homoginitas bahan yang dilewatinya . 
Sebagaimana halnya jenis jenis sarana uji lainnya , ultrasonic juga memiliki keunggulan dan kelemahan . Terdapat tiga jenis prinsip penggunaan gelombang ultrasonic untuk maksud maksud pengujian bahan . Kedua prinsip tersebut adalah a) prinsip teknik resonansi ,  b) prinsip tehnik transmisi dan c) prinsip teknik pulsa echo
Kedua prinsip ini dapat dilihat pada sketsa dibawah ini :


Diantara ketiga tehnik tersebut diatas , tehnik pulsa echo yang paling banyak digunakan .

Tehnik transmisi dan pulsa echo biasa digunakan dengan sistim kontak langsung maupun immersion ( dalam air ) , sedangkan tehnik resonansi hanya digunakan dengan sistim kontak langsung .
 Pada umumnya Uji Ultrasonic terdiri dari : 1) Sumber gelombang ultrasonic ( unit pemancar dan transducer pemancar ) , 2) Penerima gelombang ultrasonic ( unit penerima dan trasducer penerima ) , 3) Display .
Display dapat berupa Scan A , Scan B dan Scan C . Peralatan poetable biasanya menggunakan scan A
Gelombang ultrasonic  adalah gelombang mekanis yang frequensinya lebih besar dari 20 KHz dan sifatnya serupa dengan gelombang suara , jadi karenanya berlaku pula formula 
 
Frequensi yang  banyak digunakan    berkisar     antara              250 KHz -  15 MHz .
Gelombang ini dapat merambat  didalam bahan dengan bermacam moda , yakni :
a)    moda longitudinal  ( compression )
b)   moda transversal ( shear )
c)    moda permukaan ( gelombang Releigh )
d)   moda pelat ( gelombang Lamb )

Perubahan dari satu moda kemoda lainnya dapat terjadi karena misalnya karena pantulan  atau pembiasan .
Dengan berubahnya moda berubah pula kecepatan rambat gelombang ultrasonic  yang terkait  ,namun dalam kedua hal tersebut frequensi gelombang ultrasonic selalu tetap .
Dibawah ini ditampilkan kecepatan rambat gelombang ultrasonic dalam beberapa jenis bahan :
 
Jika frequensi tetap , dengan berubahnya jenis moda akan merubah panjang gelombang ultrasonic .
Frequensi gelombang sangat menentukan kepekaan peralatan uji ; makin tinggi frequensi makin cermat penunjukannya ( mampu mendeteksi cacat yang berdimensi kecil ).
  
Uji ultrasonik termasuk salah satu dari  uji tanpa rusak yang fungsinya saling mendukung dengan jenis uji tanpa rusak lainnya terutama untuk mendeteksi cacat internal dan ketebalan dinding.

Penggunaan UT dilapangan masih dianggap lebih mahal daripada radiografi , disamping pada umumnya  UT tidak dapat dibuktikan dengan record tertulis sebagaimana halnya radiografi , jadi baik buruk rekomendasi inspektor benar benar didasarkan atas profesionalitas dan tingkat kualifikasinya sebagai ahli uji ultrasonik dengan level tertentu dengan lingkup tanggung jawabnya.
Uji ultrasonik sama dengan uji radiografi , memerlukan bukti kualifikasi  inspektor  dan mutu kinerja yang harus didemonstrasikan , kecuali apabila sertifikasi kompetensinya dikeluarkan oleh institusi yang telah diakui secara internasional ( seperti misalnya ASNT ) dan masih valid pada saat recruitmentnya.
Selanjutnya bagi seorang ahli uji ultrasonik , untuk meningkatkan kinerja dan kehandalannya walaupun telah berkualifikasi tingkat tertinggi tetap diperlukan praktek dan eksperimen yang terus menerus dan enovative untuk dapat menangani berbagai bentuk non konformasi yang rumit dan unique dalam berbagai material dengan variabel komponen  yang berbeda seperti misalnya accoustic impedance dan lain lain yang cukup dominan.
PERLENGKAPAN
Inspeksi ultrasonik mencakup perlengkapan sebagai berikut :
1     Generator yang menghasilkan sinyal elektronik  yang mengeluarkan semburan voltase bolak balik  apabila dipicu secara elektronik.
1.    Transduser  yang mengeluarkan berkas  gelambang suara ultrasonik apabila dikenai voltase bolak balik.
2.    Couplant , zat penghantar gelombang getaran ultra kebenda uji.
3.    Couplant yang meneruskan  output ultrasonik  ( accoustic energy ) dari benda uji ketransducer penerima
4.    Transducer atau lazim disebut unit pencari  yang merubah energi ultrasonik menjadi semburan voltase bolak balik . Didalam beberapa sistim transducer juga  bekerja baik sebagai pengirim dan penerima gelombang suara ultrasonik.
5.    Piranti elektronik untuk memperkuat ( amplify )  dan jika perlu dimodulasi  atau jika tidak merubah sinyal dari transducer penerima.
6.    Piranti ( osciloscope ) untuk mendisplay atau mengidikasikan record output dari benda uji berupa charta atau computer printout.
7.    Electronic clock sebagai titik referensi primer dan mengkordinasi seluruh sistim.

CAKUPAN
Tulisan ini mencakup ketentuan standard  dan teknik penggunaan dan interpretasi dari indikasi yang dihasilkan oleh getaran ultrasonik dalam uji tanpa rusak sekaligus  memberikan evaluasi tentang penerimaan atau penolakan indikasi tersebut berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan..
Tulisan ini juga mencakup jenis peralatan yang digunakan , cara kalibrasi dan cara mengarsipkan hasil uji sesuai ketentuan.
Selanjutnya berhubung pada kenyataan dilapangan terdapat banyak sekali kesulitan akibat bentuk ,ukuran dan posisi flaw / cacat , dimana penggunaan radiografi tidak efektif hasilnya , maka uji ultrasonik dengan teknik pengambilan menyudut dan menggunakan angle probe juga akan dikemukakan , karena hal ini merupakan jalan keluar atas kesulitan tersebut diatas.

KETENTUAN STANDARD
1  PERSYARATAN AHLI UJI ULTRASONIK
Pelaksana inspeksi dan pengujian ultrasonik harus berkualifikasi dan memiliki sertifikat kompetensi yang memenuhi ketentuan standard internasional dan dikeluarkan oleh badan atau institusi yang berwenang dan diakui baik nasional maupun internasional. Hal ini sangat menentukan karena uji ultrasonik praktis tidak memiliki record tertulis kecuali dengan peralatan khusus dan atas permintaan khusus pula. Karenanya keputusan ditolak maupun diterimanya suatu indikasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab inspektor yang bersangkutan yang verifikasinya sangat mahal dan memakan waktu.
Orang orang yang tidak berkompetensi dan tidak berkualifikasi tidak boleh memberikan evaluasi apalagi rekomendasi seperti penerimaan dan penolakan suatu material berdasarkan hasil pengujiannya.

2  PERSYARATAN PEMERIKSAAN UMUM
Cakupan pemeriksaan meliputi benda uji dengan sistim scanning  , yakni dengan menggerakkan UNIT PENCARI ( search unit ) diatas benda kerja , paling sedikit setiap lajur scanning  harus bertumpu dengan lajur scanning lainnya  sekitar 50% dari ukuran transducer        ( piezoelectric element )  tegak lurus terhadap arah lajur scan. Kemungkinan lain juga dibolehkan yakni masing masing lajur scan bertumpu satu dengan lainnya sepanjang kurang dari ukuran beam . Teknik oscilasi diijinkan dalam search asalkan dapat dibuktikan bahwa teknik ini lebih baik dari teknik scanning biasa .

3  LAJU GERAKAN SEARCH UNIT  ( UNIT PENCARI ) DAN LAJU PENGULANGAN PULSA.
4  Laju  pengulangan pulsa dari instrumen ultrasonik cukup memadai untuk mempulsakan unit pencari paling sedikit  6 x dalam waktu yang diperlukan untuk menggerakkan 1/2 ukuran transducer sejajar dengan arah scan pada kecepatan scanning  maksimum . Sebagai alternatif dapat digunakan  reflektor ganda kalibrasi dinamis          ( dynamic calibration multiple reflector ) , yakni yang berada dalam  ±2dB dari kalibrasi statis  , untuk mengecek ulang  laju pengulangan pulsa yang dapat diterima.

5  LEVEL  SENSITIVITAS  SCANNING
Langkah recording indikasi pada tingkat sensitivitas scanning harus dilaksanakan  pada pemeriksaan baik manual maupun otomatis ( mekanis ). Pada saat scanning yang boleh distel hanyalah kontrol gain atau attenuator . Penyetelan kontrol lain dapat mengakibatkan kalibrasi ulang.

6  PERALATAN
Inspeksi ultrasonik menggunakan instrumen ultrasonik tipe echo    ( gema )  pulsa. Instrumen tersebut harus dilengkapi dengan stepped gain control yang dikalibrasi dalam unit 2.0 dB atau kurang.

7  PENGUKURAN BEAM SPREAD ( PELEBARAN BERKAS GETARAN )
Pengukuran beam spread untuk batasan  indexing scan  hanya akan dilaksanakan manakala dipersyaratkan oleh Code. Pengukuran sudut unit beam search ( berkas pencari ) perlu dilaksanakan walaupun hanya sekali dalm kurun waktu tertentu  untuk kombinasi unit wedge search dalam  far field hasli perhitungan ,  pada setiap awal perpanjangan pemakaian atau setiap 3 bulan , pilih yang terpendek .















http://ilmupengelasan.blogspot.com/2012/07/uji-ultrasonic-ut.html

5. Sonifikasi

Sonifikasi adalah prosespemberian energi gelombang ultrasonik pada suatu bahan (larutan atau campuran), sehingga bahan tersebut dapat dipecah menjadi bagian yang sangat kecil.Di laboratoriumm, sonifikasi dilakukan dengan bantuan alat yang disebut sonikator. Pada alat pembuatan kertas, juga terdapat alat yang memancarkan gelombang ultrasonik pada serat selulosa, sehingga tersebar lebih merata dan menjadikan kertas lebih kuat.

Sonifikasi dapat digunakan untuk produksi nanopartikel seperti nanoemulsi dan nanokristal. Sonifikasi juga dapat mempercepat ekstaksi (pengambilan) minyak dari dalam jaringan tumbuhan dan pemurnian minyak bumi.Pada aplikasi biologis, sonifikasi sering digunakan untuk merusak atau menonaktifkan material organik. Misalnya saja merusak membran sel dan melepaskan isi selulernya atau yang dikenal dengan istilah 
sonoporasi.



http://artasfn02.blogspot.com/2018/03/sonifikasi.html







4. Pembersih Ultrasonik

Pembersih Ultrasonic Cleaner Multi Fungsi Digital Ultrasonic seri CD-3900

Pembersih ultrasonic atau ultrasonic cleaner adalah sebuah alat yang akan membantu anda dalam membersihkan kotoran pada perhiasan , kaca mata , gigi palsu dan lainnya dengan menggurangi resiko CACAT!! .. cacat yang saya maksudkan disini yaitu , bisa saja benda yang anda sayangi atau benda yang harusnya besar nilai jualnya akan sangat berkurang karena terdapat goresan pada saat mencucinya .. atau benda yang harusnya bisa di pakai lagi , karena di cuci dengan cara anda sendiri malah bisa tidak terpakai lagi ..
Kenapa harus Ultrasonic cleaner ?? seperti artikel bagaimana cara ultrasonik cleaner bekerja yang bisa anda lihat disini  , maka anda akan mengetahui faktor penting menggunakan ultrasonik cleaner untuk benda kesayangan anda bahkan untuk menunjang produktivitas anda .

Pembersih Ultrasonic Cleaner Multi Fungsi Digital Ultrasonic seri CD-3900

Pembersih ultrasonic cleaner multi fungsi seri CD-3900 ini mempunyai beberapa fitur dan spesifikasi yang bisa anda pahami di bawah ini :
Fitur :
  • Didesain tangki yang mudah di lepas , berguna untuk melakukan pembersihan dan pada saat penuangan akan lebih mudah .
  • Alat ini hanya membutuhkan air untuk bekerja .
  • Fokus pada bagian yang dibersihkan untuk mendapatkan hasil pembersihan yang lebih baik.
  • Kecil dan halus, cocok untuk diletakkan di kamar mandi.
  • Eksklusif di Jepang (TOSHIBA)
Pengaplikasian :
  • Perhiasan dan Jam Tangan
  • Kalung, anting-anting, cincin, gelang, Koin, Straps Jam dan Band dll
  • Perawatan Mata
  • Kacamata, Sunglasses, Aksesoris Lensa Kontak
  • Harian Perawatan Pribadi
  • Gigi palsu, Combs, sikat gigi, Tabel-barang
Spesifikasi :
  • Ultrasonic Frekuensi 42.000 Hz
  • Tank Bahan Stainless Steel SUS304
  • Kapasitas tangki 140 ml
  • Timer 5 menit otomatis Cut-off
  • Power Supply AC 100 ~ 120V, 50 / 60Hz
  • AC 220 ~ 240V, 50/60 Hz
  • Daya 20 W (110 V) / 25 W (220 V)
  • Unit Ukuran 178X120X120 mm (L x W x H)
  • Paket Ukuran 217X163X150 mm (L x W x H)
  • Unit N.W. 0,89 kg


https://ukurkadarair.com/produk/pembersih-ultrasonic-cleaner-multi-fungsi-digital-ultrasonic-seri-cd-3900/






3. Terapi Ultrasonik

Apa itu Terapi Ultrasound

Terapi ultrasound adalah metode pengobatan yang menggunakan teknologi ultrasound atau gelombang suara untuk merangsang jaringan tubuh yang mengalami kerusakan. Walaupun telah lama digunakan di bidang kedokteran untuk berbagai tujuan, teknologi ultrasound lebih dikenal sebagai alat pemeriksaan daripada sebagai alat terapi. Salah satu keuntungan terapeutik dari ultrasound yang belum terlalu dikenal adalah pengobatan cedera otot. Oleh karena itu, terapi ultrasound sering digunakan dalam pengobatan muskuloskeletal dan cedera akibat olahraga.
Keberhasilan penggunaan teknologi ultrasound sebagai alat terapi bergantung pada kemampuannya untuk merangsang jaringan yang ada di bawah kulit dengan menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi, mulai dari 800.000 Hz – 2.000.000 Hz. Efek penyembuhan dari ultrasound pertama ditemukan pada sekitar tahun 1940. Awalnya, terapi ini hanya digunakan oleh terapis fisik dan okupasi. Namun, saat ini penggunaan terapi ultrasound telah menyebar ke cabang ilmu kedokteran lainnya.

Siapa yang Perlu Menjalani Terapi Ultrasound dan Hasil yang Diharapkan

Saat ini, terapi ultrasound lebih banyak digunakan dalam pengobatan cedera muskuloskeletal. Pasien yang dapat memanfaatkan teknologi ultrasound sebagai terapi muskuloskeletal adalah mereka yang menderita penyakit berikut:
  • Plantar fasciitis (peradangan pada fascia plantar di tumit)
  • Siku tenis
  • Nyeri pada bagian bawah punggung
  • Penyakit temporomandibular
  • Ligamen yang terkilir
  • Otot yang tegang
  • Tendonitis (peradangan tendon)
  • Peradangan sendi
  • Metatarsalgia (peradangan sendi metatarsal di telapak kaki)
  • Iritasi sendi facet
  • Sindrom tabrakan (impingement syndrome)
  • Bursitis (peradangan bursa/kantung cairan sendi)
  • Osteoartritis (pengapuran sendi)
  • Jaringan luka
  • Artritis reumatoid
Namun, tergantung pada cara dan tingkat penggunaan terapi ultrasound, terapi ini juga dapat digunakan untuk menangani penyakit yang serius dan kronis seperti kanker. Jenis metode terapi ultrasound antara lain adalah:
  • Lithotripsi (untuk menghancurkan batu di saluran kemih)
  • Terapi kanker
  • Pemberian obat tepat sasaran dengan ultrasound
  • Ultrasound Intensitas Tinggi (High Intensity Focused Ultrasound/HIFU)
  • Pemberian obat dengan ultrasound trans-dermal
  • Penghentian pendarahan (hemostasis) dengan ultrasound
  • Trombolisis dengan bantuan ultrasound
Setelah dipancarkan pada bagian tubuh yang membutuhkan pengobatan, teknologi ultrasound akan menyebabkan dua efek utama: termal dan non-termal. Efek termal disebabkan oleh penyerapan gelombang suara ke jaringan halus tubuh, sedangkan efek non-termal disebabkan oleh microstreaming, streaming akustik, dan kavitasi, atau akibat bergetarnya jaringan yang menyebabkan terbentuknya gelembung mikroskopis.

Cara Kerja Terapi Ultrasound

Terapi ultrasound memiliki banyak tingkat, tergantung pada frekuensi dan intensitas dari suara yang digunakan. Tingkat keragaman yang tinggi ini sangat menguntungkan untuk alat terapeutik karena terapis dapat menyesuaikan intensitas terapi agar sesuai dengan penyakit yang ditangani. Namun pada dasarnya terapi ultrasound bekerja dengan menggunakan gelombang suara yang ketika dipancarkan pada bagian tertentu tubuh dapat meningkatkan suhu dari jaringan tubuh yang rusak.
Untuk pengobatan muskuloskeletal, terapi ultrasound bekerja dengan tiga cara:
  • Mempercepat proses penyembuhan dengan memperlancar aliran darah di bagian tubuh yang mengalami gangguan.
  • Menyembuhkan peradangan dan edema (penimbunan cairan), sehingga dapat mengurangi rasa sakit.
  • Memperlunak jaringan luka
Terapi ultrasound juga dapat digunakan untuk:
  • Menghancurkan timbunan zat asing di dalam tubuh, seperti timbunan kalkulus, mis. batu ginjal dan batu empedu; ketika telah dipecahkan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil, dapat dikeluarkan dari tubuh dengan aman dan mudah
  • Meningkatkan proses penyerapan dan keberhasilan obat di bagian tubuh tertentu, mis. memastikan bahwa obat kemoterapi mengenai sel kanker otak yang tepat
  • Menghilangkan timbunan kotoran ketika tindakan pembersihan gigi
  • Membantu sedot lemak, mis. sedot lemak dengan bantuan ultrasound
  • Membantu dalam skleroterapi atau perawatan laser endovenous, yang dapat digunakan sebagai metode penghilangan varises non-bedah
  • Memicu agar gigi atau tulang dapat tumbuh kembali (hanya ketika menggunakan denyut ultrasound intensitas rendah)
  • Menghilangkan penghalang darah di otak (blood-brain barrier) agar obat dapat diserap tubuh dengan baik
  • Bekerja bersama antibiotik untuk menghancurkan bakteri
Untuk mendapatkan manfaat dari terapi ini, ultrasound harus dipancarkan pada kulit dari bagian tubuh yang mengalami kerusakan dengan menggunakan transduser atau alat yang dirancang khusus untuk terapi ini. Saat gelombang suara telah dipancarkan, gelombang tersebut akan diserap oleh jaringan halus tubuh, seperti ligamen, tendon, dan fascia.

Kemungkinan Komplikasi dan Resiko Terapi Ultrasound

Walaupun teknologi ultrasound telah banyak digunakan, namun tetap ada panduan cara penggunaan ultrasound yang aman. Panduan ini bertujuan untuk mencegah risiko tertentu yang dapat terjadi, sekecil apapun kemungkinannya. Risiko tersebut meliputi:
  • Luka bakar akibat terapi ultrasound
  • Pendarahan akibat terapi mekanis
  • Efek biologis yang tidak terlalu berpengaruh namun tidak dapat diperkirakan
Namun, karena terapi ultrasound hanya menggunakan gelombang suara sebagai komponen utama dalam pengobatan, terapi ini tidak memiliki risiko bahaya seperti terapi lainnya seperti bahaya dari terapi radiasi. Selain itu, pasien tidak berisiko terkena kanker, walaupun terapi ultrasound dilakukan berkali-kali dan jumlah gelombang suara yang dikenakan pada pasien bertambah.
Untuk memastikan keamanan dan keselamatan pasien, risiko dan keuntungan dari terapi ultrasound harus dicermati dengan seksama. Sebelum menjalani terapi ultrasound, pasien harus membandingkan keuntungan yang bisa didapatkan dengan risiko yang bisa terjadi. 




https://www.docdoc.com/id/info/procedure/terapi-ultrasound/



2. Sonar

Sonar (Singkatan dari bahasa Inggris: sound navigation and ranging), merupakan istilah Amerika yang pertama kali digunakan semasa Perang Dunia, yang berarti penjarakan dan navigasi suara, adalah sebuah teknik yang menggunakan penjalaran suara dalam air untuk navigasi atau mendeteksi kendaraan air lainnya. Sementara itu, Inggris punya sebutan lain untuk sonar, yakni ASDIC (Anti-Submarine Detection Investigation Committee).

Cara Kerja

AN-PQS 2A hand held sonar
Sonar merupakan sistem yang menggunakan gelombang suara bawah air yang dipancarkan dan dipantulkan untuk mendeteksi dan menetapkan lokasi objek di bawah laut atau untuk mengukur jarak bawah laut. Sejauh ini sonar telah luas digunakan untuk mendeteksi kapal selam dan ranjau, mendeteksi kedalaman, penangkapan ikan komersial, keselamatan penyelaman, dan komunikasi di laut.
Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suara bawah permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang ke operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.

Sejarah

Munculnya sonar tak bisa dilepas dari rintisan tokoh seperti Daniel Colloden yang pada tahun 1822 menggunakan lonceng bawah air untuk menghitung kecepatan suara di bawah air di Danau Geneva, Swiss. Ini kemudian diikuti oleh Lewis Nixon, yang pada tahun 1906 menemukan alat pendengar bertipe sonar pertama untuk mendeteksi puncak gunung es. Minat terhadap sonar makin tinggi pada era Perang Dunia I, yaitu ketika ada kebutuhan untuk bisa mendeteksi kapal selam.
Dalam perkembangan selanjutnya ada nama Paul Langevin yang tahun 1915 menemukan alat sonar pertama untuk mendeteksi kapal selam dengan menggunakan sifat-sifat piezoelektrik kuartz. Meski tak sempat terlibat lebih jauh dalam upaya perang, karya Langevin berpengaruh besar dalam desain sonar.

Jenis Sonar

Sonar pasif

Sonar pasif sebenarnya lebih mengarah ke sistem hidroakustik yang ada pada kapal, sehingga tidak ada sinyal yang dikirim keluar. Artinya suara-suara di bawah laut ditangkap oleh alat sensitif dan didengarkan oleh operator di dalam kapal. Operator yang berpengalaman dapat membedakan suara baling-baling kapal dari kapal selam, kapal perusak, maupun kapal kargo.
Akan tetapi sonar jenis ini artinya semua suara di bawah laut dapat terdengar yang artinya operator yang tidak kompeten akan mengira suara baling-balingnya sendiri sebagai suatu ancaman.
Pada sistem sonar pasif modern, ada bank data sonik (sumber bunyi) yang besar. Sistem komputer menggunakan bank data tadi untuk mengenali kelas kapal, juga aksinya (kecepatan atau senjata yang ditembakkan).

Sonar aktif

Pada tahun 1918 Inggris dan Amerika Serikat membuat sistem aktif, dimana sinyal dikirim dan diterima kembali dan bernama Sonar Aktif atau yang dikenal juga dengan ASDIC (Anti Submarine Division / Allied Submarine Detection Investigation Committee). Sonar ini merupakan perangkat yang menembakkan suara untuk mendeteksi keberadaan suatu objek bawah air. Sonar jenis ini mengeluarkan bunyi "ping" dan semakin dekat dengan target maka bunyi nya akan semakin intensif. Sonar aktif juga dapat digunakan untuk mengukur kedalaman perairan dibawah lunas kapal. Untuk mengukur kedalaman digunakan sonar dengan frekuensi kecil agar dapat mengukur jarak yang jauh.

ASDIC sendiri memiliki beragam frekuensi suara. Semakin besar frekuensi maka akan semakin pendek jarak yang ditempuh akan tetapi semakin bagus resolusinya. Karena perbedaan frekuensi ini maka ada beberapa material yang bisa menyerap sebagian suara dari frekuensi tertentu. Material ini dapat digunakan untuk pelapis kapal selam agar tidak mudah terdeteksi ASDIC (mislakan logam akan memantulkan frekuensi 10 kHz sedangkan material A tidak, maka material A dapat dijadikan pelapis lambung kapal selam)
Bagi kapal selam modern, mengaktifkan perangkat ASDIC sama saja bunuh diri karena bunyi "ping" dapat terdengar jelas bahkan tanpa perangkat hidrofon sekalipun.



https://id.wikipedia.org/wiki/Sonar



How Sonars Work
deepersonar.com




1. Ultrasonografi (USG)

USG kehamilan adalah sebuah tes yang menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menggambarkan perkembangan janin dan juga organ reproduksi ibu hamil. Saat Anda melakukan USG, perut Anda akan dioleskan gel, dan kemudian dokter akan menggerakkan transduser di atas perut Anda. Transduser ini akan mengirimkan gelombang suara frekuensi tinggi ke rahim Anda, kemudian gelombang suara ini akan mengirimkan sinyal kembali ke mesin yang akan mengubahnya menjadi gambar. Anda bisa melihat gambar janin dalam kandungan Anda di layar monitor.
USG pertama kali bisa Anda lakukan saat usia kehamilan mencapai 6-8 minggu, namun gambaran yang Anda dapatkan mungkin belum jelas. Anda mungkin akan mendapatkan gambaran yang lebih jelas pada usia kehamilan 13 minggu.
Sesuai usia kehamilan, USG bisa Anda manfaatkan untuk berbagai tujuan, untuk tujuan medis maupun tujuan nonmedis, seperti untuk melihat jenis kelamin bayi dalam kandungan.

USG selama trimester pertama

Pemeriksaan USG selama trimester pertama kehamilan bisa Anda lakukan untuk tujuan:
  • Memastikan bahwa Anda benar sedang hamil
  • Memeriksa detak jantung janin
  • Menentukan usia kehamilan bayi dan memperkirakan kapan bayi akan lahir
  • Memeriksa apakah Anda mempunyai kehamilan kembar
  • Memeriksa kondisi plasenta, rahim, ovarium, dan leher rahim (serviks)
  • Mendiagnosis kehamilan ektopik (ketika telur yang sudah dibuahi sperma tidak menempel di dinding rahim)
  • Mendiagnosis keguguran awal
  • Memantau apakah janin mengalami pertumbuhan yang abnormal

USG selama trimester kedua dan ketiga

Saat usia kehamilan sudah memasuki trimester kedua dan ketiga, Anda bisa melakukan USG untuk tujuan yang lebih banyak, seperti:
  • Memantau pertumbuhan janin
  • Mengetahui posisi janin, apakah janin berada dalam posisi sungsang, melintang, kepala di bawah (cephalic), atau posisi normal
  • Menentukan jenis kelamin bayi
  • Memastikan apakah Anda mempunyai kehamilan kembar
  • Memeriksa plasenta apakah bermasalah, seperti plasenta previa dan abrupsio plasenta
  • Memeriksa apakah bayi Anda berpotensi mengalami Down syndrome (biasanya dilakukan pada usia kehamilan 13 dan 14 minggu)
  • Memeriksa apakah bayi berpotensi mengalami kelainan bawaan atau cacat lahir
  • Memeriksa apakah bayi dalam kandungan mengalami kelainan struktural atau masalah pada aliran darah
  • Memantau kondisi cairan ketuban
  • Memantau apakah bayi menerima cukup oksigen dan nutrisi
  • Mendiagnosis masalah pada ovarium atau rahim, seperti tumor
  • Mengukur panjang leher rahim
  • Mengetahui apakah Anda membutuhkan tes lain, seperti amniosentesis
  • Memastikan bayi Anda sehat dan tidak mati dalam kandungan

Apakah USG saat hamil aman?

Ya, USG aman dilakukan saat kehamilan selama dilakukan dengan benar. USG tidak melibatkan radiasi, seperti sinar-X. Namun, sebaiknya lakukan USG hanya dengan dokter atau profesional kesehatan yang terjamin kualitasnya. Bahkan, banyak ahli menyarankan agar USG dilakukan hanya untuk alasan medis yang jelas, seperti untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan bayi Anda dalam kandungan.
USG tidak menimbulkan rasa sakit pada Anda. Jika Anda merasa tidak nyaman saat melakukan USG, sebaiknya bilang pada dokter Anda. Dokter mungkin akan meminta Anda untuk mengosongkan kandung kemih (buang air kecil) Anda terlebih dahulu. Kandung kemih yang penuh biasanya akan membuat Anda merasa tidak nyaman saat transduser (alat yang digunakan untuk USG) menekan perut Anda.  
Saat Anda melakukan USG pertama kali di awal kehamilan Anda, mungkin Anda perlu untuk membuat kandung kemih Anda penuh. Cairan menjadi media perambatan gelombang suara, sehingga kandung kemih yang penuh di saat menjalani USG di awal kehamilan dapat meningkatkan kualitas USG Anda. Sedangkan, saat usia kehamilan Anda sudah tua, Anda tidak perlu untuk mengisi kandung kemih Anda sebelum melakukan USG. Saat kehamilan Anda sudah besar, cairan ketuban di sekeliling bayi Anda sudah cukup membantu membuat gema (suara) untuk menghasilkan gambar saat Anda melakukan USG.

Macam-macam jenis USG saat hamil

Terdapat berbagai jenis USG yang bisa Anda pilih untuk melihat gambaran bayi Anda dalam kandungan, antara lain:

USG transvaginal

USG transvaginal bisa dilakukan pada awal masa kehamilan saat ukuran rahim Anda masih kecil dan saat gambar yang jelas mungkin sulit untuk dihasilkan. USG jenis ini dapat menghasilkan gambar yang lebih jelas dibandingkan USG lainnya saat kandungan Anda masih kecil. USG ini dilakukan dengan cara memasukkan probe USG ke dalam vagina. Oleh karena itu, USG ini mungkin membuat Anda sedikit tidak nyaman saat dilakukan.

USG 3D

USG 3D memungkinkan dokter dan Anda dapat melihat gambar janin dan organ-organ dalam tubuh Anda yang lebih lebar, lebih tinggi, dan lebih dalam. Karena menghasilkan gambaran yang lebih jelas, USG ini sangat membantu untuk mendiagnosis masalah selama kehamilan.

USG 4D

USD 4D bisa menghasilkan video bergerak dari janin. Sehingga, melalui USG 4D, Anda bisa melihat berbagai aktivitas janin dalam kandungan. USG 4D juga lebih bisa menghasilkan gambar wajah dan anggota tubuh janin lainnya yang lebih jelas. USG ini dilakukan sama seperti USG lainnya, tetapi dengan peralatan khusus.

Ekokardiografi

Ekokardiografi biasanya dilakukan jika dokter mencurigai bayi Anda mungkin memiliki cacat jantung bawaan. Tes ini membutuhkan waktu lama untuk melakukannya. Tetapi, tes ini mampu menunjukkan gambar jantung janin Anda lebih dalam, termasuk ukuran, bentuk, dan struktur jantung.






https://hellosehat.com/kehamilan/perkembangan-janin/usg-saat-hamil-untuk-apa/












Laporan Projek Roket Air

Laporan Projek Roket Air Kelompok 4 : Amanda Christa Putri                        (03) Audrey Violyta Pradnya Diva           (04) B...