Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 8. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2019

Upaya Untuk Mencegah atau Menanggulanginya

1. Influenza

Pengobatan
Ibuprofen maupun parasetamol akan bekerja secara efektif untuk mengurangi rasa pegal sekaligus menurunkan demam. Selain itu, penderita dapat mengobati dengan makan buah serta sayur, serta minum banyak air putih supaya cairan tubuh tak hilang.
Pencegahan
  • Menjaga kadar cairan tubuh.
  • Berolahraga
  • Cukup istirahat.
  • Memenuhi asupan gizi seimbang.
  • Menjaga kebersihan diri.
  • Menghindari penderita flu.
2. Tonsilitis

Pengobatan
Obat yang pada umumnya diberikan adalah jenis obat pereda nyeri, seperti misalnya aspirin, parasetamol atau ibuprofen. Tapi kalau misalnya setelah didiagnosis hasilnya adalah tonsilitis yang diakibatkan bakteri, maka antibiotiklah yang diberikan oleh dokter. Operasi semacam ablasi dingin, diatermi, USG, sinar laser dan operasi standar juga merupakan jenis operasi tonsilektomi yang akan diberikan sebagai solusi. Operasi adalah jalan yang perlu ditempuh bila antibiotik sudah tak mempan.
3. Faringitis
Pengobatan
Obat untuk faringitis secara medis biasanya adalah Penisilin G. Sesudah benar-benar dipastikan bahwa kita mengidap faringitis, obat tersebut akan diberikan. Dalam waktu 4-36 jam, obat akan bekerja dengan baik. Sedangkan untuk menurunkan panas demam dan rasa sakit, aspirin dan parasetamol dapat menjadi obatnya.
Pencegahan
  • Menghindari asap rokok maupun debu serta polusi.
  • Banyak istirahat.
  • Minum banyak air putih.
4. Pneumonia

Pengobatan
Antibiotik lagi-lagi menjadi obat yang dokter akan resepkan sebagai solusi. Banyak minum dan banyak istirahat juga akan mempercepat proses kesembuhan.
Pencegahan
  • Menjalankan pola hidup benar dan sehat.
  • Tak merokok.
  • Vaksin PCV.
  • Vaksin influenza.
  • Menjaga kebersihan.
5. Tuberculosis (TBC)

Pengobatan
Pada umumnya vaksin BCG, kemudian latent tuberculosis, dan juga antibiotik adalah jenis pengobatan yang perlu diberikan. Antibiotik pun paling tidak harus dikonsumsi selama 6 bulan tanpa boleh putus.
Pencegahan
Vaksin BCG adalah satu-satunya pencegahan ampuh. Vaksin ini wajib untuk diberikan pada bayi yang usianya belum mencapai 3 bulan. Remaja dan orang dewasa masih bisa menerimanya, tapi efektivitasnya tidak sebesar ketika diberikan semasa bayi.
6. Asma 
Pengobatan
Sebetulnya obat untuk asma belumlah ada hingga kini, namun perawatan untuk dapat mengendalikan asma selalu ditawarkan. Penanganan tersebut meliputi mencegah serangan asma serta meredakan gejalanya. Biasanya hal ini dilakukan dengan mengonsumsi sejumlah obat-obatan, menghindari faktor pemicu asma, serta menjalani pola hidup sehat dan benar.
Pencegahan
  • Mengetahui apa saja pemicu asma dan menghindarinya.
  • Mengetahui tanda-tanda serangan asma dan menanganinya dengan cepat.
  • Mengonsumsi obat asma yang sudah diresepkan dokter.
  • Vaksinasi pneumonia dan vaksinasi influenza supaya komplikasi asma bisa dicegah.
7. Kanker Paru Paru

Pengobatan
Tingkat dari seberapa luas kanker sudah menyebarlah yang dapat menjadi penentu jenis pengobatan. Operasi untuk mengangkat kanker adalah yang paling utama sebelum sel kanker menyebar luas. Radioterapi adalah proses pengobatan selanjutnya, sel kanker akan dihancurkan melalui proses tersebut.
Pencegahan
  • Berhenti merokok dan jangan coba-coba mulai merokok.
  • Berolahraga agar paru-paru sehat.
  • Pola makan diatur dengan baik dengan nutrisi seimbang.




https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia

1. Influenza

Jenis penyakit ringan ini pasti pernah dialami siapapun. Kondisi ini termasuk dalam gangguan pernapasan karena saluran pernapasanlah yang terserang oleh infeksi virus.
Faktor Pemicu
Virus adalah pemicu utama dari flu dan proses penyebarannya pun terbilang cepat dan mudah. Lewat udara ketika pengidap flu batuk atau bersih bisa menulari yang lainnya.
Gejala
  • Tenggorokan sakit.
  • Selera makan hilang.
  • Pegal
  • Batuk
  • Sakit kepala
  • Kadang disertai demam.
2. Tonsilitis

Nama lain dari keadaan ini adalah tonsilitis di mana dialami di bagian amandel maupun tonsil. Anak-anaklah yang kerap menjadi penderita tonsilitis ini.
Faktor Pemicu
  • Virus yang memicu demam kelenjar.
  • Virus yang memicu diare.
  • Virus yang memicu pilek.
  • Virus yang memicu flu.
  • Virus yang memicu penyakit tangan, kaki dan mulut.
  • Virus yang memicu campak.
  • Virus yang memicu radang pita suara.
Gejala
  • Mudah lelah.
  • Batuk
  • Sakit kepala.
  • Sakit tenggorokan.
  • Nyeri pada bagian telinga.
  • Sakit ketika dibuat menelan.
  • Mual
  • Napas bau.
  • Timbul bintik-bintik bernanah di bagian amandel.
  • Kelenjar getah bening membengkak.
  • Suara berubah atau justru menghilang.
  • Demam
  • Sakit perut.
3. Faringitis

Kondisi medis satu ini adalah peradangan yang menyerang bagian faring; faring sendiri terletak di belakang tenggorokan kita. Pada umumnya, gangguan pada sistem pernafasan ini terjadi pada faring akan membuat kita merasa sakit saat menelan. Kondisi ini biasanya kita anggap dan sebut sebagai sakit tenggorokan.
Faktor Pemicu
  • Infeksi bakteri, seperti jenis klamidia, gonore, streptococcus serta corynebacterium.
  • Adanya kondisi sakit lambung.
  • Paparan polusi dan asap rokok.
  • Adanya tumor yang tumbuh di bagian pita suara, tenggorokan, atau lidah.
Gejala Akibat Bakteri
  • Pembengkakan pada amandel.
  • Demam tinggi. 
Gejala Akibat Virus
  • Pembesaran kelenjar yang ada di bagian leher.
  • Sakit kepala
  • Demam
  • Nyeri bagian otot.
  • Sakit dibuat menelan/sakit tenggorokan.
  • Hidung mengeluarkan ingus.
  • Batuk
4. Pneumonia

Ini adalah sebuah gangguan pada sistem pernapasan yang juga disebut sebagai paru-paru basah. Radang terjadi di jaringan salah satu atau kedua paru. Biasanya infeksilah yang menyebabkan kondisi ini. Pembengkakan dan penumpukan cairan terjadi di saluran pernapasan bagian kantong-kantong udara kecil pada ujung saluran pernapasan.
Faktor Pemicu
Pneumonia memang bisa terjadi akibat serangan berbagai virus dan bakteri, namun yang menjadi penyebab utama adalah streptococcus pneumoniae. Bakteri tersebut merupakan bakteri yang juga menyebabkan meningitis.
Gejala
  • Sulit bernapas.
  • Mengalami demam.
  • Batuk-batuk
5. Tuberculosis (TBC)

Jenis gangguan pernapasan ini termasuk berbahaya dan merupakan penyakit menular. Setelah HIV, ini adalah masalah kesehatan terbesar berikutnya di dunia.
Faktor Pemicu
  • Bakteri yang bernama mycobacterium tuberculosis.
  • Daya tahan tubuh lemah.
  • Malnutrisi
  • Merokok
  • Mengonsumsi narkoba.
  • Berhubungan dengan penderita TBC (biasanya staf medis).
Gejala
  • Batuk yang kadang juga disertai darah. 
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Kelelahan
  • Demam
  • Menurunnya berat badan.
6. Asma

Ini adalah salah satu gangguan sistem pernapasan yang cukup umum dan merupakan kondisi jangka panjang. Terjadinya asma diawali saat bronkus terserang peradangan. Bronkus sendiri adalah saluran pernapasan yang fungsinya supaya udara bisa keluar masuk dari paru-paru.
Faktor Pemicu
  • Alergen, seperti misalnya tungau debu, udara dingin, maupun bulu hewan.
  • Olahraga
  • Infeksi paru-paru.
  • Terkena serbuk sari atau asap rokok.
Gejala
  • Sesak nafas.
  • Mengi (khususnya saat kambuh).
  • Batuk-batuk
Pengobatan
Sebetulnya obat untuk asma belumlah ada hingga kini, namun perawatan untuk dapat mengendalikan asma selalu ditawarkan. Penanganan tersebut meliputi mencegah serangan asma serta meredakan gejalanya. Biasanya hal ini dilakukan dengan mengonsumsi sejumlah obat-obatan, menghindari faktor pemicu asma, serta menjalani pola hidup sehat dan benar.
Pencegahan
  • Mengetahui apa saja pemicu asma dan menghindarinya.
  • Mengetahui tanda-tanda serangan asma dan menanganinya dengan cepat.
  • Mengonsumsi obat asma yang sudah diresepkan dokter.
  • Vaksinasi pneumonia dan vaksinasi influenza supaya komplikasi asma bisa dicegah.
7. Kanker Paru Paru

Jenis kanker satu ini memang terbilang paling umum dan terbagi menjadi 2, yakni kanker paru-paru primer maupun sekunder. Pada kategori primer, ini artinya asal kanker adalah dari paru-paru itu sendiri. Sementara sekunder menandakan bahwa asal kanker adalah dari penyebaran kanker lain.
Faktor Pemicu
  • Merokok
  • Pajanan radiasi.
  • Jenis pekerjaan yang membuat kita mengalami pajanan senyawa kimia.
  • Polusi udara.
Gejala
  • Suara serak.
  • Batuk hebat dan terjadi terus-terusan.
  • Sakit kepala.
  • Dahak berubah warna dan berdarah.
  • Kelelahan
  • Hilangnya nafsu makan.
  • Berat badan turun.
  • Napas pendek.
  • Wajah dan leher bengkak.


https://halosehat.com/tips-kesehatan/kesehatan-paru-paru/gangguan-pada-sistem-pernapasan

B. Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia

Gangguan pada Sistem Pernapasan Manusia

Sistem pernapasan kita pasti pernah yang namanya mengalami gangguan. Ketika gangguan terjadi, otomatis kita akan merasa tak nyaman saat sedang beraktivitas. Menghirup udara saja menjadi sulit dan kebutuhan oksigen pun kurang terpenuhi dengan baik. Di bawah ini adalah segala jenis gangguan pada sistem pernapasan dalam bentuk penyakit yang umum kita temui.


1. Influenza

2. Tonsilitis

3. Faringitis

4. Pneumonia

5. Tuberculosis (TBC)

6. Asma

7. Kanker Paru Paru


4. Volume Pernapasan

Volume udara pernapasan adalah jumlah udara pernapasan yang keluar masuk melalui sistem pernapasan. Volume udara pernapasan dapat dibedakan menjadi beberapa macam sebagai berikut:
1.     Volume tidal (tidal volume) adalah volume pernapasan biasa,besarnya kurang lebih 500 cc atau 500 mL.
2.    Volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume) atau udara komplementer adalah udara yang masih bisa dimasukkan secara maksimal setelah melakukan inspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc atau 1.500 mL.
3.    Volumecadangan ekspirasi (expiratory reserve volume) atau udara suplementer adalah udara yang masih dapat dikeluarkan secara maksimal setelah melakukan ekspirasi biasa, besarnya kurang lebih 1.500 cc atau 1.500 mL.
4.    Volume sisa/residu (residual volume) adalah volume udara yang masih tersisa di dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi maksimal, besarnya kurang lebih 1.000 cc atau 1.000 mL
5.    Kapasitas vital (vital capacity) adalah volume udara yang dapat dikeluarkan semaksimal mungkin setelah melakukan inspirasi maksimal,besarnya kurang lebih 3.500 cc atau 3.500 mL. Kapasitas vital merupakan jumlah dari volume tidal ditambah volume cadangan inspirasi dan volume cadangan ekspirasi.
6.    Volume total paru-paru (total lung volume) adalah udara yang dapat ditampung diparu-paru semaksimal mungkin, besarnya kurang lebih 4.500 cc atau 4.500 mL. Volume total paru-paru merupakan jumlah dari volume sisa ditambah kapasitas vital.


Grafik Volume udara pernapasan






 
http://odiliamonica3.blogspot.com/2018/01/volume-udara-pernapasan-pada-manusia.html

3. Frekuensi Pernapasan

Frekuensi pernapasan adalah intensitas memasukkan atau mengeluarkan udara per menit, dari dalam ke luar tubuh atau dari luar ke dalam tubuh. Pada umumnya intensitas pernapasan pada manusia berkisar antara 16 - 18 kali.
Lihat gambar Udara Pernafasa


Faktor yang mempengaruhi kecepatan frekuensi pernapasan adalah:
  1. Usia
  2. Jenis Kelamin
  3. Suhu Tubuh
  4. Posisi Tubuh
  5. Aktivitas

Usia

  • Balita memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan manula. Semakin bertambah usia, intensitas pernapasan akan semakin menurun



Jenis kelamin.
  • Laki-laki memiliki frekuensi pernapasan lebih cepat dibandingkan perempuan



Suhu tubuh

  • Semakin tinggi suhu tubuh (demam) maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat. di Lingkungan yang panas tubuh mengalami peningkatan metabolisme untuk mempertahankan suhu agar tetap stabil. 
  • Untuk itu tubuh harus lebih banyak mengeluarkan keringat agar menurunkan suhu tubuh. 
  • Aktivitas ini membutuhkan energi yang dihasilkan dari peristiwa oksidasi dengan menggunakan oksigen sehingga akan dibutuhkan oksigen yang lebih banyak untuk meningkatkan frekwensi



Posisi tubuh

  • Frekuensi pernapasan meningkat saat berjalan atau berlari dibandingkan posisi diam. frekuensi pernapasan posisi berdiri lebih cepat dibandingkan posisi duduk. 
  • Frekuensi pernapasan posisi tidur terlentar lebih cepat dibandingkan posisi tengkurap



Aktivitas

  • Semakin tinggi aktivitas, maka frekuensi pernapasan akan semakin cepat

Jadi 
  • Bertambahnya umur seseorang mengakibatkan frekuensi respirasi menjadi semakin lambat.
  • Pada usia lanjut, energi yang dibutuhkan lebih sedikit dibandingkan pada saat usia pertumbuhan, sehingga oksigen yang diperlukan relatif lebih sedikit.
  • Pada umumnya, laki-laki lebih banyak membutuhkan energi, sehingga memerlukan oksigen yang lebih banyak.
  • Frekuensi pernapasan laki-laki > perempua
  • Pernapasan manusia dapat dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • Kedua hal tersebut mempengaruhi langsung terhadap tingkat aktivitas manusia.
  • Aktivitas bayi dengan anak-anak jelas berbeda apalagi dengan orang tua. perbedaan aktivitas inilah yang nantinya mempengaruhi cepat tidaknya pernapasan
  • memang frekuensi pernafasan manusia itu dipengaruhi oleh usia dan jenis kelamin.
  • namun masih banyak faktor2 lain yang lebih dominan mempengaruhi frekuensi pernapasan yaitu.
  1. Emosi seseorang
  2. Perasaan seseorang
  3. Kejiwaan seseorang.
  4. Energi dan Aura seseorang
  5. Latihan dan kebatinan seseorang
  6. dll
PEMERIKSAAN FREKWENSI PERNAPASAN
  • Seseorang dikatakan bernapas bila menghirup oksigen (O2) dan mengeluarkan karbon dioksida (CO2) melalui sistim pernapasan.
  • Bernapas dapat dalam dan dapat pula dangkal.
  • Pernapasan yang dalam akan mempunyai volume udara yang besar, baik pada waktu tarik napas/ inspirasi/ inhalasi atau pada waktu mengeluarkan napas/ ekspirasi/ekshalasi.
  • Sedangkan pada pernapasan dangkal maka volume udara akan mengecil.
LOKASI
INSPIRASI
EKSPIRASI
DiafragmaKontraksi(tampak datar)Relaksasi(melengkung keatas)
Tulang iga (costae)bergerak keatas & keluarbergerak kebawah&kedalam
Tulang dadaBergerak keluarBergerak kedalam
Rongga dadamembesarmengecil
Paru-parumengembangmengempis


Frekuensi napas normal tergantung umur :
  • Usia baru lahir sekitar 35 – 50 x/menit
  • Usia <>
  • Usia 2-12 tahun 18 – 26 x/menit
  • Dewasa 16 – 20 x/menit.
  1. Takhipnea :Bila pada dewasa pernapasan lebih dari 24 x/menit
  2. Bradipnea : Bila kurang dari 10 x/menit disebut
  3. Apnea : Bila tidak bernapas .


Persiapan alat
  1. Alat pengukur waktu (jam, stopwatch)
  2. Buku pencatat
  3. Alat pencatat (pensil, pena)

Persiapan pasien
  1. Jelaskan pentingnya pemeriksaan frekuensi napas
  2. Posisi pasien berbaring, kecuali dalam kondisi tertentu.

Cara pemeriksaan
  1. Tempatkan satu telapak tangan pasien diatas dada
  2. Rasakan gerakan napas dengan memegang tangan pasien atau dengan melihat gerakan dada/ tangan yang naik turun.
  3. Gerakan naik (inhalasi) dan turun (ekshalasi) dihitung 1 frekuensi napas
  4. Hitung frekuensi napas selama satu menit
  5. Informasikan hasil pemeriksaan dan catat pada status





2. Mekanisme Pernapasan Manusia

Mekanisme Pernapasan

Pernapasan manusia dibedakan atas pernapasan dada dan pernapasan perut. Pernapasan dada dan pernapasan perut terjadi melalui fase inspirasi dan ekspirasi.

1. Mekanisme Pernapasan Dada 
1. Fase Inspirasi pernapasan dada
Mekanisme inspirasi pernapasan dada sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk (muskulus intercostalis eksternal) berkontraksi --> tulang rusuk terangkat (posisi datar) --> Paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru menjadi lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara luar masuk ke paru-paru

2. Fase ekspirasi pernapasan dada 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut adalah sebagai berikut:
Otot antar tulang rusuk relaksasi --> tulang rusuk menurun --> paru-paru menyusut --> tekanan udara dalam paru-paru lebih besar dibandingkan dengan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.

2. Mekanisme Pernapasan Perut 
1. Fase inspirasi pernapasan perut
Mekanisme inspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
sekat rongga dada (diafraghma) berkontraksi --> posisi dari melengkung menjadi mendatar --> paru-paru mengembang --> tekanan udara dalam paru-paru lebih kecil dibandingkan tekanan udara luar --> udara masuk

2. Fase ekspirasi pernapasan perut 
Mekanisme ekspirasi pernapasan perut sebagai berikut:
otot diafraghma relaksasi --> posisi dari mendatar kembali melengkung --> paru-paru mengempis --> tekanan udara di paru-paru lebih besas dibandingkan tekanan udara luar --> udara keluar dari paru-paru.





http://www.pusatbiologi.com/2013/01/mekanisme-pernapasan-manusia.html

1. Organ Pernapasan Manusia

1. Hidung dan Rongga Hidung
Hidung adalah organ terluar yang langsung bersentuhan dengan gas atau udara untuk bernapas. Fungsi hidung adalah menghirup oksigen (O2) dan sebagai jalur keluarnya karbon dioksida (CO2). Organ ini terletak di tulang tengkorak dan tersusun dari tulang rawan,  tulang, otot, dan kulit. Di dalam hidung, terdapat rongga hidung yang berperan penting dalam proses pernapasan.  Rongga hidung berfungsi untuk melembabkan, menghangatkan, dan menyaring (filter) udara yang masuk ke tubuh.
organ pernapasan
2. Tenggorokan (Faring)
Tenggorokan, atau disebut faring, merupakan jalur terusan setelah kita menghirup udara melalui hidung. Pada tenggorokan, organ pernapasan dilanjutkan dengan pangkal tenggorokan (laring), trakea, dan bronkus.
3. Pangkal Tenggorokan (Laring)
Laring, yang dikenal sebagai “kotak suara”, adalah penghubung untuk faring dan trakea. Di bagian ini, terdapat pita suara dan katup epiglottis, yang memisahkan saluranmakanan dengan saluran udara.
4. Trakea
Trakea menghubungkan laring dengan bronkus dan menjadi jalan bagi udara dari leher ke bagian dada. Bentuknya seperti pipa. Fungsi utamanya sebagai jalur udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru. Organ ini tersusun atas cincin tulang rawan dan terdapat di depan kerongkongan.   
5. Bronkus
organ pernapasan
Bronkus merupakan percabangan dari trakea. Organ ini memiliki 2 percabangan menuju paru-paru kanan dan kiri. Setelah melewati bronkus, percabangan akan diteruskan oleh bronkiolus dan berakhir di alveolus atau gelembung udara.
6. Paru-paru
Paru-paru merupakan organ vital pernapasan yang dibungkus oleh lapisan bernama pleura. Letaknya berada di rongga dada di atas diafragma. Bentuknya mirip seperti spons dan terdiri dari 2 bagian, yaitu kiri dan kanan. Paru-paru kiri hanya memiliki 2 segmen. Sementara paru-paru kanan mempunyai 3 segmen.


https://blog.ruangguru.com/organ-pernapasan-dan-fungsinya

Laporan Projek Roket Air

Laporan Projek Roket Air Kelompok 4 : Amanda Christa Putri                        (03) Audrey Violyta Pradnya Diva           (04) B...