Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 9. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label IPA BAB 9. Tampilkan semua postingan

Minggu, 06 Januari 2019

5. Diabetes Insipidus

Definisi

Apa itu diabetes insipidus?

Diabetes insipidus adalah kondisi yang menyebabkan seringnya frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan. Diabetes insipidus dapat membuat tidur malam Anda terganggu dan dapat menyebabkan mengompolGejalanya mirip dengan diabetes melitus namun penyebabnya berbeda. Diabetes melitus disebabkan karena masalah insulin dan kadar gula darah yang tinggi sedangkan diabetes insipidus dipengaruhi kerja ginjal Anda terhadap urin. Keduanya tidak berhubungan.

Seberapa umumkah diabetes insipidus?

Diabetes insipidus adalah kondisi jarang terjadi. Penyakit ini lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding perempuan dan dapat terjadi di semua usia, termasuk pada anak-anak. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena penyakit ini dengan mengurangi faktor risikonya. Selalu konsultasikan dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala diabetes insipidus?

Diabetes insipidus punya gejala yang umum terjadi, salah satunya yaitu seringnya frekuensi buang air kecil dan rasa haus yang berlebihan. Namun, gejala lain juga dapat terjadi lain dapat berupa:
  • Urin tampak encer dan pudar
  • Sering kencing saat malam hari
  • Mengompol
Beberapa gejala dan tanda pada bayi dan anak yaitu:
  • Demam, muntah atau diare
  • Popok basah yang tidak biasa
  • Pertumbuhan yang terlambat
  • Penurunan berat badan;
  • Rewel tidak beralasan atau terus menangis bila terjadi pada anak-anak
  • Kulit kering dan tubuh terasa dingin.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Anda harus menghubungi dokter bila Anda sering buang air kecil dan merasa haus yang berlebihan. Kondisinya dapat bervariasi pada banyak orang.selalu diskusikan dengan dokter Anda untuk melakukan metode diagnostik dan terapi yang paling tepat untuk Anda.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala-gejala di atas atau pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab diabetes insipidus?

Diabetes insipidus adalah kondisi yang dapat disebabkan oleh masalah pada kelenjar hipofisis atau ginjal Anda.
Normalnya, tubuh Anda dapat mengatur keseimbangan antara cairan yang Anda minum dan banyak urin yang Anda produksi. Ginjal Anda mengeluarkan cairan yang berlebih dalam bentuk urin, yang disimpan sementara dalam kandung kemih.
Saat Anda sedang dehidrasi, kelenjar hipofisis Anda mengeluarkan hormon anti-diuretik (ADH) ke ginjal untuk menahan cairan dan mengurangi produksi urin. ADH, atau disebut juga vasopresin, dibuat di hipotalamus dan disimpan di kelenjar hipofisis.
Ada beberapa bentuk diabetes insipidus berdasarkan penyebabnya, seperti:
  • Diabetes insipidus sentral. Ini disebabkan karena adanya kerusakan kelenjar hipotalamus atau hipofisis. Hal ini menyebabkan gangguan penyimpanan dan pengeluaran ADH. Kerusakan ini dapat terjadi akibat operasi, tumor, meningitis, kelainan genetik atau trauma kepala.
  • Diabetes insipidus nefrogenik. Biasanya disebabkan karena adanya kelainan pada tubulus ginjal (di mana air dikeluarkan dan dipertahankan). Kondisi ini dapat disebabkan oleh kelainan genetik atau penyakit ginjal kronik. Terdapat beberapa obat yang dapat menyebabkan kerusakan tubulus ginjal. Obat ini misalnya lithium dan demeclocycline.
  • Diabetes insipidus gestasional. Diabetes ini terjadi selama kehamilan dan hanya sementara.
  • Polidipsia primer. Kondisi ini, disebut juga diabetes insipidus dipsogenik atau polidipsia psikogenik, yang disebabkan karena konsumsi cairan yang berlebihan. Hal ini tidak berhubungan dengan masalah produksi atau respon ADH.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk diabetes insipidus?

Diabetes insipidus adalah kondisi yang punya banyak faktor risiko, yaitu:
  • Jenis kelamin. Diabetes insipidus lebih sering terjadi pada laki-laki dibanding wanita.
  • Faktor genetik. Anda lebih berisiko jika orangtua Anda menderita diabetes insipidus.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk diabetes insipidus?

Pilihan terapi diabetes insipidus tergantung pada kondisi Anda atau penyebabnya. Beberapa pilihan terapi yang dapat diberikan yaitu:
  • Terapi desmopresin. Biasanya dokter Anda akan meresepkan hormon sintetik yang disebut desmopresin jika penyebabnya adalah kurangnya ADH. Obat ini tersedia dalam bentuk semprot hidung, tablet oral, atau injeksi. Terapi ini merupakan terapi terbaik untuk diabetes insipidus sentral.
  • Terapi diuretik. Terapi ini digunakan untuk diabetes insipidus nefrogenik. Nama obatnya yaitu hidroklorotiazid. Obat ini dapat dikonsumsi tunggal atau kombinasi dengan obat lain. Dokter Anda dapat menyarankan diet rendah garam
  • Mengobati penyebab. Jika gejala Anda akibat obat, dokter Anda akan mengubah obat-obatan Anda ke alternatif obat lain. Jika kondisi Anda akibat gangguan mental, dokter Anda akan mengobatinya terlebih dahulu. Selain itu, jika penyebabnya adalah tumor, dokter Anda akan mempertimbangkan untuk mengambil tumor tersebut

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk diabetes insipidus?

Untuk mendiagnosis diabetes insipidus, dokter Anda dapat melakukan pemeriksaan darah dan urin. Selain itu, tergantung tingkat keparahan penyakit Anda, dokter dapat melakukan pemeriksaan MRI (magnetic resonance imaging) pada otak serta pemeriksaan tambahan lain.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi diabetes insipidus?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi diabetes insipidus:
  • Hindari dehidrasi dengan konsumsi cukup air saat haus
  • Konsumsi obat yang diberikan dokter
  • Beri tahu dokter Anda jika terdapat perubahan pada kondisi Anda
  • Pergi ke rumah sakit atau pelayanan kesehatan terdekat jika Anda mengalami demam tinggi, diare, keringat berlebih, atau lebih sering buang air kecil selama terapi



https://hellosehat.com/penyakit/diabetes-insipidus/

4. Hematuria

Definisi

Apa itu hematuria?

Hematuria adalah kondisi terdapatnya sel darah merah pada urin. Hematuria dapat menjadi pertanda dari beberapa gangguan pada tubuh Anda. Ada dua jenis hematuria: darah pada urin dapat terlihat dengan mata normal (gross hematuria), atau hanya terlihat di bawah mikroskop (hematuria mikroskopik).

Seberapa umumkah hematuria?

Hematuria adalah kondisi yang sangat umum terjadi. Kondisi ini lebih banyak menyerang wanita daripada pria, dan dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun. Hematuria dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja tanda-tanda dan gejala hematuria?

Gejala yang terlihat pada hematuria adalah urin yang berwarna merah muda, merah, atau kecoklatan seperti teh atau cola. Namun jika terdapat gumpalan darah pada urin, akan terasa sakit dan nyeri.
Kemungkinan ada tanda-tanda dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Bila Anda memiliki kekhawatiran akan sebuah gejala tertentu, konsultasikanlah dengan dokter Anda.

Kapan saya harus periksa ke dokter?

Jika Anda melihat warna yang tidak biasa pada urin atau memiliki pertanyaan lainnya, konsultasikanlah dengan dokter Anda. Tubuh masing-masing orang berbeda. Selalu konsultasikan ke dokter untuk menangani kondisi kesehatan Anda.

Penyebab

Apa penyebab hematuria?

Ada banyak faktor yang menyebabkan adanya darah pada urin:
  • Infeksi saluran kemih: bakteri dapat masuk ke tubuh melalui uretra dan tinggal di kandung kemih Anda, menyebabkan infeksi saluran kemih.
  • Infeksi ginjal: saat bakteri masuk ke dalam ginjal dari aliran darah atau naik dari ureter ke ginjal, infeksi ginjal dapat terjadi. Tanda-tanda dan gejala sering kali menyerupai infeksi kemih, namun dapat menyebabkan demam dan nyeri panggul.
  • Batu kandung kemih atau batu ginjal: kristal dapat terbentuk pada dinding ginjal atau kandung kemih sebagai akibat pengendapan mineral pada urin. Kemudian, kristal bertransformasi menjadi batu-batu kecil yang umumnya tidak menyakitkan dan mungkin tidak Anda sadari kecuali ketika batu menyebabkan penyumbatan atau batu keluar saat berkemih. Batu kandung kemih atau batu ginjal dapat menyebabkan perdarahan saat buang air kecil.
  • Pembengkakan prostat: pembengkakan prostat dapat menekan uretra, yang dapat menghambat aliran urin.
  • Penyakit ginjal: glomerulonefritis menyebabkan peradangan pada sistem penyaringan ginjal yang dapat menyebabkan hematuria mikroskopik.
  • Kanker: perdarahan urin yang terlihat dapat menjadi tanda lanjut dari metastasis ginjal, kanker kandung kemih atau kanker prostat.
  • Cedera ginjal: dampak pada ginjal akibat kecelakaan atau kontak olahraga dapat menyebabkan gross hematuria.
  • Obat-obatan: obat anti kanker cyclophosphamide (Cytoxan) dan penicillin dapat menyebabkan perdarahan pada urin.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko saya untuk hematuria?

Ada banyak faktor risiko untuk hematuria, yaitu:
  • Anda berusia lebih dari 50 tahun dan memiliki pembesaran kelenjar prostat
  • Anda mengalami peradangan ginjal akibat infeksi virus atau bakteri
  • Anda memiliki sejarah keluarga terhadap penyakit ginjal
  • Anda mengonsumsi aspirin, penawar rasa sakit nonsteroidal anti–inflammatory dan antibiotik dalam jangka panjang
  • Anda melakukan aktivitas yang berat

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk hematuria?

Perawatan tergantung pada hasil diagnosis, karena hematuria hanya merupakan pertanda, bukan penyakit utama. Selain itu, dokter dapat membantu meringankan gejala dengan memberikan antibiotik untuk mengatasi infeksi saluran kemih.
Jika Anda memiliki batu kandung kemih atau batu ginjal, dokter akan merekomendasi terapi gelombang shock. Cara ini adalah cara yang paling umum dan efektif dalam mengangkat batu ginjal.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk hematuria?

Dokter sering kali menanyakan sejarah medis dan sejarah keluarga, serta gejala-gejala. Untuk menentukan penyebab adanya urin pada darah, tes-tes berikut dapat direkomendasi:
  • Tes urin: urinalisis dapat memeriksa adanya infeksi saluran kemih atau mineral yang menyebabkan batu ginjal
  • Phase–contrast microscopy untuk membantu mencari sumber perdarahan
  • Pemeriksaan pencitraan: dokter akan melakukan berbagai tes seperti X-ray, CT scan, MRI untuk mendiagnosis lebih lanjut
  • Sistoskopi: dokter akan menjahit selang tipis yang dilengkapi kamera pada kandung kemih untuk memeriksa adanya tanda-tanda penyakit pada kandung kemih dan uretra

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi hematuria?

Berikut adalah gaya hidup dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda mengatasi hematuria:
  • Minum banyak cairan, hindari alkohol dan minuman berwarna lainnya
  • Batasi asupan garam, protein dan makanan yang mengandung oksalat
  • Hindari produk pembersih kewanitaan yang dapat mengiritasi area kewanitaan
  • Berhenti merokok
  • Miliki pola makan yang sehat
  • Hindari paparan zat kimia dan racun


https://hellosehat.com/penyakit/hematuria/

3. Albuminuria

Albuminuria adalah simtoma terdapatnya sejumlah konsentrasi albumin di dalam urin. Albumin yang mencapai ginjal melalui pembuluh darah pada umumnya akan mengalami filtrasi pada glomerulus dan diserap kembali oleh tubula proksimal menuju sirkulasi darah. Laju albumin yang terlepas dari penyerapan proksimal ke dalam urin, yang melebihi 150 miligram/24 jam telah dianggap secara medis sebagai patologis.[1]
Walaupun dropsy atau anasarca telah dikenali sejak berabad yang lalu, pada tahun yang pasti 1827 Richard Bright pertama kali mengemukakan bahwa beberapa kasus edema disebabkan oleh adanya penyakit pada ginjal, yang kemudian dikenal sebagai penyakit BrightDiagnosis edema yang menyatakan ginjal sebagai asal usul edema kemudian didasarkan pada adanya konsentrasi albumin di dalam urin. Di dalam catatannya, Reports of medical cases with a view of illustrating the symptoms and cure of diseases by a reference to morbid anatomy, Richard Bright menunjukkan pertamakalinya bahwa pemanasan urin dengan menggunakan sendok teh akan menghasilkan formasi sejenis protein serupa putih telur yang disebut "albumen", yang sekarang disebut albumin.
Beberapa istilah digunakan untuk menyatakan klasifikasi albuminuria antara lain adalah albuminuria-mikro jika laju ekskresi albumin ke dalam urin antara 2 hingga 200 mikrogram/menit[2] atau 30 hingga 300 miligram/24 jam,[3] dan disebut albuminuria-makro setelah laju ekskresi tersebut melebihi nilai 200 mikrogram/menit,[2] kemudian disebut proteinuria saat rasio albumin terhadap kreatinina lebih besar daripada 30 miligram/mmol[4]dengan laju ekskresi melebihi 0,5 gram per 24 jam.[2] Proteinuria yang disertai dengan hipertensi berakibat pada nefropati diabetik.[5] Pada hewan anjing, hal ini merupakan komplikasi jangka panjang dari simtoma hiperkortisolisme dan hiperadrenokortisisme.[6]
Proteinuria juga dapat dikategorikan dengan asal-mula "glomerular" selain "tubular", yang disebabkan oleh meningkatnya permeabilitas glomerular terhadap molekul makro. Peningkatan dapat terjadi pada lapisan glomerular yang dibentuk podosit atau sel mesangial, maupun pada lapisan endotelial renal yang disebut membran dasar glomerular.[7] Enzim heparanase diketahui juga menyebabkan degradasi pada membran tersebut.[8]
Pada lintasan podosit, TGF-β1, sebuah sitokina fibrogenik selalu mengalami peningkatan saat ginjal meradang.[9] TGF-β1 kemudian menekan protein diafragma pada celah podosit seperti P-cadherinzonula occludens-1, dan nefrin. Sementara itu, TGF-β1 juga menginduksi ekspresi protein filamen seperti desminfibronektin dan kolagen-1, dan menstimulasi sekresi enzim MMP-9 oleh podosit. Sinergi endokrin dan parakrin di atas akan mengakibatkan sel epitelial termasuk podosit mengalami dediferensiasi menjadi sel mesenkimal, dan meningkatnya permeabilitas pada lapisan tunggal podosit, hingga dapat dilalui albumin.
Proteinuria lebih lanjut dikategorikan berdasarkan jenis protein yang terekskresi selain albumin, misalnya globulinrantai ringan kappa atau lambda, atau protein Tamm Horsfall yang terbentuk dari nefron yang rusak. Sedangkan albuminuria persisten merupakan salah satu faktor dari sindrom metabolisme dan dapat menjadi petunjuk awal adanya peningkatan risiko penyakit renal dan kardiovaskular yang terkait dengan resistansi insulin dan disfungsi jaringan endotelial, akibat tidak normalnya atau terbaliknya fungsi filtrasi pada glomerulus.[2] Beberapa diagnosa yang dapat terjadi dari albuminuria antara lain:[10]
  • Penyakit renal primer
  • Penyakit renal yang terkait dengan kelainan metabolisme
  • Hemodinamik seperti congestive heart failure, constrictive pericarditis, renal vein thrombosis
  • Mieloma multipel (IgGIgAIgDIgE, dan rantai ringan bebas)
  • Waldenström's macroglobulinuria (primarily IgM)
  • Mu heavy chain disease
  • Idiopathic monoclonal gammopathy


https://id.wikipedia.org/wiki/Albuminuria

2. Batu Ginjal

Definisi

Apa itu batu ginjal (kencing batu)?

Batu di ginjal adalah endapan keras yang terbentuk dari zat yang ada di air kencing. Prosesnya disebut nephrolithiasis. Penyakit batu ginjal atau kencing batu ini biasanya berukuran sangat kecil atau bisa mencapai sekitar beberapa inci. Ukuran batu yang lebih besar yang mengisi saluran yang membawa kencing dari ginjal ke kandung kemih disebut batu staghorn.

Seberapa umumkah penyakit batu yang terdapat ginjal?

Penyakit batu ginjal atau kencing batu umum terjadi, yang biasanya menyerang orang yang berusia di atas 40 tahun. Penyakit batu ginjal atau kencing batu bisa diatasi dengan mengurangi faktor-faktor yang berisiko untuk kesehatan kita. Harap berdiskusi dengan dokter Anda untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja gejala batu ginjal?

Sepertiga dari orang-orang di dunia memiliki kondisi adanya batu pada ginjal mereka, tapi hanya setengahnya yang punya gejala batu ginjal.
Meski tanpa gejala, batu pada  ginjal bisa menimbulkan masalah, seperti infeksi dan penyumbatan aliran kencing. Batu yang tersangkut di kandung kemih akan menyebabkan kencing batu dan memunculkan banyak gejala.
Gejala batu ginjal yang biasanya terjadi adalah sakit luar biasa (urinary colic) yang datang dan pergi, dan biasanya bergerak dari bagian samping belakang (flank) ke bagian bawah perut (abdomen). Gejala batu ginjal umum lainnya termasuk :
  • Sakit pinggang, paha, selangkangan, dan kemaluan
  • Darah dalam urin
  • Mual dan muntah-muntah
Jika kencing batu yang disebabkan oleh batu kristal di ginjal menimbulkan infeksi, Anda harus segera periksakan ke dokter. Gejala batu ginjal lainnya  bisa berupa meriang, demam, berkeringat, dan buang air kecil yang sering, mendesak, serta terasa sakit.
Masih banyak tanda-tanda atau gejala batu ginjal yang tidak disebutkan di atas. Jika Anda punya masalah dengan salah satu gejalanya, harap konsultasi dengan dokter Anda.

Kapan sebaiknya saya bertemu dokter?

Anda sebaiknya menghubungi dokter jika Anda mengalami beberapa gejala batu ginjal seperti:
  • Muntah-muntah parah, sakit teramat sangat yang membuat Anda tidak bisa duduk diam
  • Rasa sakit disertai mual dan muntah-muntah
  • Rasa sakit disertai demam dan meriang
  • Kencing berdarah
  • Susah buang air kecil, yang mana ini merupakan salah satu gejala batu ginjal yang paling umum

Penyebab

Apa penyebab batu ginjal?

Penyebab batu ginjal atau kencing batu bisa terbentuk jika urin atau air kencing yang mengandung terlalu banyak bahan kimia. Bahan kimia tersebut seperti kalsium, asam urat, sistin, atau struvite (campuran fosfat, magnesium, dan ammonium).
Melakukan diet yang sangat tinggi protein dan meminum terlalu sedikit air akan meningkatkan risiko penyebab batu ginjal muncul. Faktanya, sekitar 85% batu di ginjal penyebab kencing batu terbuat dari zat kalsium. Batu asam urat terjadi lebih sering jika Anda juga menderita encok. Batu struvite terbentuk lebih sering di dalam urin yang terinfeksi (batu infeksi).

Jenis batu yang menyebabkan kencing batu

Para dokter telah menemukan empat jenis kandungan utama dari penyebab batu ginjal:

Tumpukan kalsium

Kencing batu sering disebabkan oleh batu ginjal yang mengandung kalsium. Kelebihan kalsium bisa menjadi penyebab batu ginjal. Pasalnya, kalsium yang tidak digunakan oleh tulang dan otot pergi ke ginjal.
Pada kebanyakan orang, ginjal mengeluarkan ekstra kalsium bersamaan dengan sisa urin. Orang yang memiliki batu kalsium menyimpan kalsium dalam ginjal mereka.
Kalsium yang tetap berada di belakang bergabung dengan produk-produk limbah lain untuk membentuk batu. Seseorang dapat memiliki kalsium oksalat dan batu kalsium fosfat, meskipun batu kalsium oksalat lebih umum.

Asam urat tinggi

Sebuah batu asam urat juga bisa terbentuk ketika air seni mengandung terlalu banyak asam. Orang-orang yang makan banyak daging, ikan, dan kerang mungkin terkena batu asam urat.

Infeksi ginjal

Batu struvite di ginjal, juga dapat terbentuk setelah Anda memiliki infeksi ginjal.

Faktor genetik

Batu sistin adalah hasil dari kelainan genetik, yang berarti masalah diturunkan dari orangtua ke anak. Gangguan tersebut menyebabkan sistin bocor melalui ginjal dan ke dalam urin.

Faktor-faktor risiko

Apa yang meningkatkan risiko penyakit batu ginjal?

Ada banyak faktor-faktor risiko penyebab batu ginjal, seperti :
  • Riwayat kesehatan keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal. Bila ada keluarga yang pernah mengalami batu di ginjal, kemungkinan Anda juga bisa terkena
  • Dehidrasi atau tubuh yang kekurangan cairan bisa menjadi penyebab batu ginjal
  • Diet-diet tertentu, seperti diet yang tinggi protein, sodium, dan gula bisa menjadi risiko penyebab batu ginjal.
  • Mengalami obesitas atau berat badan berlebih juga bisa menjadi penyebab batu ginjal
  • Penyakit pencernaan dan operasi pencernaan. Operasi lambung (gastric bypass surgery), infeksi usus, atau diare kronis bisa menyebabkan perubahan di dalam proses pencernaan yang memengaruhi penyerapan kalsium dan air, meningkatkan kadar tingkat pembentukan batu di dalam urin Anda.
  • Kondisi medis lainnya juga bisa meningkatkan risiko batu ginjal termasuk renal tubular acidosis, cystinuria, hyperparathyroidism, obat-obatan tertentu, dan beberapa infeksi kandung kemih.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan obat batu ginjal?

Pengobatan tergantung kepada beberapa hal, seperti ukuran dan jumlah batu, di mana dmereka berada, dan apakah ada infeksi atau tidak. Kebanyakan batu keluar dari tubuh dengan sendirinya tanpa bantuan dokter. Obat-obatan dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit. Antibiotik diberikan jika ada infeksi.
Batu yang tidak keluar sendiri perlu dikeluarkan dengan bantuan ahli urologi. Seorang ahli urologi adalah dokter yang memiliki spesialisasi di bidang penyakit saluran kemih. Ahli urologi biasanya menggunakan alat yang panjang dan tipis (ureteroscope) untuk mengeceknya.
Kadang-kadang, dokter juga menggunakan gelombang kejut untuk memecahkan batu menjadi potongan-potongan kecil agar lebih mudah dikeluarkan. Pengobatan ini disebut extracorporeal shock wave lithotripsy (ESWL). Tak jarang, diperlukan operasi batu ginjal untuk mengeluarkan batu-batu ini (percutaneous nephrolithotomy).

Operasi batu ginjal

Jika batu ginjal menghalangi saluran kemih Anda, Anda membutuhkan tindakan seperti  operasi batu ginjal. Jika hanya ditemukan batu-batu kecil pada ginjal, biasanya ini tidak membutuhkan tindakan operasi batu ginjal.
Kemungkinan Anda butuh obat pereda nyeri untuk meredakan sakit di bagian perut atau ketika ingin buang air kecil. Jika Anda sering muntah atau tidak minum cukup cairan, Anda mungkin perlu untuk pergi ke rumah sakit dan mendapatkan cairan melalui jarum di lengan. Kemungkinan dokter juga akan menyarankan operasi batu ginjal di tahap ini.
Jika Anda memiliki batu di ginjal yang besar atau saluran kemih Anda diblokir, ahli urologi dapat mengangkat batu atau memecahnya menjadi potongan-potongan kecil dengan perawatan selain operasi batu ginjal berikut ini:
Ureteroscopy
Urolog akan menggunakan alat panjang, seperti tabung dengan lensa mata, yang disebut ureteroscope, untuk menemukan krital pada penyakit batu ginjal. Alat ini dimasukkan ke dalam uretra dan melalui kandung kemih ke ureter.
Setelah batu ditemukan, urologi dapat mengangkat atau dapat memecahnya menjadi potongan-potongan kecil dengan energi laser. 
Nephrolithotomy perkutan
Urolog menggunakan alat untuk melihat kawat-tipis, yang disebut nephroscope, untuk menemukan dan menghilangkan kristal batu pada penyakit batu ginjal.
Alat ini dimasukkan langsung ke dalam ginjal melalui luka kecil yang dibuat di punggung Anda. Untuk kasus penyakit batu ginjal yang lebih parah, gelombang kejut juga dapat digunakan untuk memecah batu menjadi potongan-potongan kecil.
Shock Wave Lithotripsy (SWL)
SWL merupakan salah satu  obat batu ginjal tanpa operasi yang bisa Anda pilih. Metode ini digunakan untuk menghilangkan batu di ginjal atau di saluran kencing.
Di sini, akan digunakan gelombang kejut difokuskan pada batu di ginjal menggunakan sinar-X atau ultrasound. Penembakan berulang menggunakan gelombang kejut biasanya menyebabkan batu itu pecah menjadi potongan-potongan kecil

Pilihan pengobatan selain operasi batu ginjal

1. Coba banyak minum air

Dehidrasi merupakan salah satu faktor risiko utama yang bisa menjadi penyebab terbentuknya batu di ginjal. Dengan minum air yang cukup setiap hari, ini dapat menjadi obat batu ginjal tanpa operasi.
Upayakan untuk minum 12 gelas air per hari, lebih dari anjuran sehari-hari yang berkisar sekitar 8 gelas perhari. Lakukan ini setiap hari dalam beberapa waktu.
Setelah minum air sebagai obat batu ginjal, jangan lupa juga perhatikan warna urin anda. Urin yang normal seharusnya berwarna bening.
Jika urin Anda memiliki warna lain seperti kuning atau merah, tandanya ada yang salah dengan tubuh Anda. Segera konsultasikan ke dokter untuk mendapatkan obat batu ginjal dan perawatan lebih lanjut.  
2. Minum air lemon
Selain minum air putih, Anda bisa menambahkan lemon segar di dalam air yang Anda minum tiap hari. Lemonadalah buah mengandung sitrat, yang merupakan bahan kimia untuk mencegah pembentukan batu kalsium di dalam tubuh.
Sitrat juga bisa memecah batu-batu kecil, memungkinkan mereka untuk melewati ginjal dengan lebih mudah. Air lemon bisa menjadi obat batu ginjal alternatif bagi Anda.
3. Cuka apel
Cuka apel adalah minuman obat batu ginjal yang mengandung asam sitrat. Sama dengan lemon, bahwa asam sitrat pada cuka apel dapat membantu melarutkan batu ginjal.
Obat batu ginjal ini dapat meningkatkan asam pada lambung untuk mencegah pembentukan batu baru. Selain membantu zat keluar lewat ginjal lebih mudah, cuka sari apel juga bisa meringankan rasa sakit yang disebabkan oleh adanya batu dalam saluran kencing.
Sebaiknya jangan mengonsumsi lebih dari satu gelas 8 ons air campur cuka apel setiap hari, apalagi jika Anda menggunakannya sebagai minuman obat batu ginjal.
Jika tertelan dalam jumlah yang lebih besar, cuka sari apel dapat menyebabkan kadar kalium dan osteoporosis rendah. Penderita diabetes harus berhati-hati saat meminum campuran ini. Pantau kadar gula darah Anda dengan hati-hati sepanjang hari.
Hindari juha meminum campuran air dan cuka apel jika Anda mengonsumsi beberapa obat berikut:
  • Insulin
  • digoxin (Digox)
  • Diuretik, seperti spironolakton (Aldactone)

Apa tes yang paling umum untuk mendeteksi gejala batu ginjal?

Dokter akan melihat riwayat medis, melakukan pengecekan fisik, dan tes urin. Pengecekan dengan x-ray atau ultrasound terhadap perut Anda bisa dilakukan jika dibutuhkan. Tes ini dapat mengungkap sebagian besar jenis batu (kalsium, cystine, dan batu struvite).
Namun x-ray tidak bisa menunjukkan batu asam urat dan juga akan melewatkan batu-batu yang lebih kecil. Computed Tomography (CT) di saluran kemih adalah tes terbaik untuk mendiagnosa batu dan mendeteksi penyakit lain yang bisa menyebabkan gejala yang serupa dengan batu pada ginjal.
Sangat jarang terjadi, namun jika diagnosisnya belum jelas, akan dilakukan studi x-ray spesial (intravenous pyelogram, atau IVP). Dalam studi ini, zat pewarna akan dipakai untuk mewarnai kantong kemih dan membantu pencarian batu.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan di rumah yang membantu mengatasi batu yang terdapat pada ginjal?
Gaya hidup dan pengobatan di rumah berikut ini dapat membantu Anda mengatasi batu di ginjal:
  • Minum semua obat yang diberikan
  • Ikutin saran dokter tentang pola makan
  • Banyak minum cairan, paling tidak 2-3 liter perhari
  • Hubungi dokter Anda jika kondisi memburuk.
Jika Anda memiliki pertanyaan lain, harap konsultasi dengan dokter Anda untuk lebih memahami solusi terbaik untuk Anda.
Hello Health Group tidak memberikan nasihat medis, diagnosis, maupun pengobatan.

Pencegahan

Mencegah penyakit batu ginjal

1. Minum air yang banyak
Minum air setidaknya 8 gelas per hari. Perbanyak asupan air putih Anda jika aktivitas fisik Anda tergolong padat dan sering berkeringat. Rajin minum air dapat menurunkan risiko pembentukan batu di ginjal.
Namun, batasi minuman yang mengandung kalori atau pemanis. Kurangi alkohol, kafein, teh, dan minuman bersoda. Penelitian menunjukkan bahwa setidaknya konsumsi 1 gelas minuman bersoda setiap hari dapat meningkatkan risiko sakit batu di ginjal sebanyak 23 persen.
2. Batasi makan makanan asin
Kebanyakan makan makanan asin dari garam  atau natrium, dapat memicu penyakit batu ginjal karena meningkatkan jumlah kalsium dalam urin.
Batasi asupan garam maksimal dalam sehari setara dengan 1 sendok teh garam dapur (5 gram garam). Biasakan untuk membaca dan menghitung kandungan gizi dalam makanan kemasan yang banyak mengandung natrium
3. Jaga berat badan tetap ideal
Obesitas sering dikaitkan terhadap risiko batu di ginjal atau sakit kencing batu. Hal ini dapat menyebabkan resistensi insulin dan peningkatan jumlah kalsium dalam urin sehingga berisiko lebih besar adanya batu di ginjal.
Pada pH urin cenderung lebih asam pada orang yang memiliki berat badan lebih sehingga juga meningkatkan risiko terjadinya pembentukan batu ginjal.
4. Batasi makan asupan hewani dan yang mengandung purin
Daging dan sumber protein hewani yang biasa Anda makan seperti telur, jeroan dan produk susu mengandung purin. Purin adalah zat yang sering menyebabkan kondisi asam urat.
Selain itu, asam urat merupakan salah satu bahan yang akan membentuk batu pada ginjal Anda.Oleh karena itu, batasi asupan makanan hewani dan makanan mengandung purin lainnya.




https://hellosehat.com/penyakit/batu-ginjal-kencing-batu/

1. Nefritis

Definisi

Apa itu nefritis interstisial?

Nefritis interstisial adalah infeksi yang menyebabkan peradangan dan pembengkakan di ruang sekitar nefron.
Nefron adalah sekelompok jaringan dalam ginjal yang berbentuk tabung melingkar kecil dengan bola di salah satu ujungnya. Fungsi nefron adalah sebagai penyaring limbah sekaligus penyalur urin ke saluran uretra yang menghubungkan ginjal ke kandung kemih. Setiap ginjal memiliki 1 juta nefron.
Penyakit ini dapat berupa akut atau kronis.

Seberapa umumkah nefritis interstisial?

Nefritis interstisial dapat mempengaruhi pasien pada semua usia, tetapi lebih sering ditemukan pada orang tua. Sebanyak 10-15 persen kasus gagal ginjal disebabkan oleh penyakit ini. Anda dapat mengurangi kemungkinan terkena kondisi ini apabila menghindari faktor berisiko. Mohon diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Tanda-tanda & gejala

Apa saja ciri-ciri dan gejala dari nefritis interstisial ?

Nefritis interstisial adalah kondisi yang memiliki beberapa gejala tertentu. Gejala utamanya meliputi demam dan ruam. Urin mungkin mengandung sel-sel eosinofil, sejenis sel darah putih.
Sering kali, penderita mungkin tidak merasakan gejala apapun sampai fungsi ginjal sudah sangat terganggu. Jika sudah mencapai tahap ini, gejala gagal ginjal (kelemahan, mual, gatal-gatal, muntah, pembengkakan kaki, dan rasa logam di mulut) sudah dapat terjadi.
Ketika infeksi sudah menyebabkan nefritis, penderita akan mengalami demam, menggigil, nyeri punggung, dan gangguan kencing (rasa terbakar, frekuensi terganggu, anyang-anyangan, dan kencing berdarah).
Tekanan darah mungkin menjadi tinggi dan kadang-kadang sulit untuk dikendalikan. Selain itu, masih terdapat juga beberapa ciri dan gejala yang tidak disebutkan di atas. Apabila Anda memiliki keluhan yang sama, tolong konsultasikan kepada dokter.
Kapan saya harus menghubungi dokter?
Anda harus menghubungi dokter jika Anda memiliki salah satu dari keluhan berikut:
  • Terdapat darah dalam urin Anda atau Anda mengalami menggigil, demam, dan nyeri pinggang;
  • Mengalami ruam setelah memulai pengobatan baru, Anda alergi terhadap penisilin atau antibiotik lainnya, atau Anda memiliki efek samping obat.
Jika Anda memiliki tanda-tanda atau gejala yang tercantum di atas atau memiliki pertanyaan lain, silakan berkonsultasi dengan dokter Anda. Status dan kondisi dapat berbeda pada setiap orang, maka selalu diskusikan dengan dokter tentang metode diagnosis, pengobatan, dan perawatan terbaik bagi Anda.

Penyebab

Apa saja yang menyebabkan nefritis interstisial?

Nefritis interstisial adalah kondisi yang biasanya disebabkan oleh obat-obatan, termasuk antibiotik, obat anti-inflamasi, dan diuretik. Obat-obatan lain, dibarengi dengan infeksi bakteri dan virus, juga dapat menyebabkan penyakit ini menyerang.
Pada kasus yang jarang terjadi, penyakit ini berhubungan dengan gangguan sistem kekebalan tubuh seperti lupus, sarkoidosis dan sindrom Sjogren. Kadang-kadang, penyebabnya tidak diketahui.

Faktor-faktor risiko

Apa saja yang meningkatkan risiko  terjangkit nefritis interstisial?

Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi nefritis interstisial adalah:
  • Pada orang dewasa bisa disebabkan karena konsumsi obat tidak mengikuti petunjuk dokter
  • Pada anak-anak bisa disebabkan karena  infeksi.
Tidak adanya risiko tidak berarti Anda bebas dari kemungkinan terpapar gangguan. Ciri dan gejala yang dituliskan hanya untuk referensi. Anda perlu berkonsultasi dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Obat & Pengobatan

Informasi yang diberikan bukanlah pengganti nasihat medis. SELALU konsultasikan pada dokter Anda.

Apa saja pilihan pengobatan saya untuk nefritis interstisial?

Pengobatan bertujuan untuk memperbaiki gagal ginjal dan mengatasi masalah metabolisme yang berhubungan dengan gagal ginjal (kalium yang tinggi, kalsium rendah, tingkat fosfor tinggi; jumlah darah rendah).Seorang nephrologist (spesialis penyakit ginjal) dapat membantu Anda. Pengobatan juga ditujukan untuk memperbaiki penyebab utama.
Jika penyebabnya adalah obat-obatan, maka penggunaannya akan dihentikan. Infeksi bakteri diobati dengan antibiotik. Jika penderita tidak menanggapi pengobatan awal, kortikosteroid seperti prednison dapat diberikan. Jika kortikosteroid tidak bekerja, obat yang lebih kuat seperti siklofosfamid dapat dicoba.

Apa saja tes yang biasa dilakukan untuk nefritis interstisial?

Dokter membuat diagnosis dari riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik, dan tes darah serta urin. Dokter mungkin juga menggunakan tes ultrasonografi, yang menggunakan gelombang suara untuk mendapatkan penggambaran kondisi ginjal.
Untuk diagnosis yang masih tidak jelas, dokter mungkin akan melakukan biopsi ginjal. Dalam biopsi, jarum khusus dimasukkan dalam ginjal dan sepotong kecil jaringan ginjal diambil untuk diperiksa dengan mikroskop.

Pengobatan di rumah

Apa saja perubahan gaya hidup atau pengobatan rumahan yang dapat dilakukan untuk mengatasi nefritis interstisial?

Berikut merupakan bentuk-bentuk dari gaya hidup sehat dan pengobatan rumahan yang dapat membantu Anda menghadapi nefritis interstisial:
  • Ketahuilah bahwa gangguan akan segera berhenti jika Anda berhenti mengonsumsi obat-obatan bermasalah yang menjadi penyebabnya
  • Konsumsi obat yang diresepkan
  • Ketahui bahwa sekitar sepertiga dari penderita akut akan membutuhkan dialisis sementara
  • Sadarilah bahwa penderita kronis biasanya memiliki gagal ginjal dan mungkin perlu dialisis permanen
Apabila Anda memiliki pertanyaan, mohon segera dikonsultasikan dengan dokter profesional untuk mendapatkan solusi medis terbaik.
Bila ada pertanyaan, konsultasikanlah dengan dokter untuk solusi terbaik masalah Anda.



https://hellosehat.com/penyakit/nefritis-interstisial-adalah/

B. Gangguan pada sistem ekskresi manusia dan upaya untuk mencegah atau menangulanginya

  1. A.     GANGGUAN SISTEM EKSKRESI PADA KULIT
     Penyakit Kulit yang dibahas disini adalah penyakit kulit yang tidak berbahaya atau dalam arti kata lain tidak akan menimbulkan dampak buruk terhadap kelangsungan hidup orang terkena penyakit tersebut, namun cenderung lebih kepada rasa gatal-gatal yang dialami oleh si penderita atau mungkin juga berakibat rasa malu atau kurang percaya diri.Berikut adalah beberapa jenis penyakit kulit yang dimaksudkan, sekaligus akan dibahas juga cara pencegahannya.
     1. Kudis

       Kudis adalah penyakit kulit yang menular, penyakit ini dalam bahasa ilmiah disebut scabies, memiliki gejala gatal, dan rasa gatal tersebut akan lebih para pada malam hari. Sering muncul di tempat-tempat lembab di tubuh seperti misalnya, tangan, ketiak dan terkang di selah jari tangan atau kaki.
   Cara Pencegahan penyakit kudis dapat dilakukan dengan mencuci sperai tempat tidur, handuk dan pakaian yan dipakai dalam 2 hari belakangan dengan air hangat dan deterjen.

    2. Kurap                                                                                                                                          
       Kurap merupakan suatu penyakit kulit menular yang disebabkan oleh fungi. Gejala kurap mulai dapat dikenali ketika terdapat bagian kecil yang kasar pada kulit dan dikelilingi lingkaran merah muda.
    Kurap dapat dicegah dengan cara mencuci tangan yang sempurna, menjaga kebersihan tubuh, dan mengindari kontak dengan penderita.Kurap dapat diobati dengan anti jamur yang mengandung mikonazol dan kloritomazol dengan benar dapat menghilangkan infeksi.

 3. Panu

     Panau atau Panu adalah salah satu penyakit kulit yang disebabkan oleh jamur. Penyakit panau ditandai dengan bercak yang terdapat pada kulit disertai rasa gatal pada saat berkeringat. Bercak-bercak ini bisa berwarna putih, coklat atau merah tergantung warna kulit si penderita.
Panau paling banyak dijumpai pada remaja usia belasan. Meskipun begitu panau juga bisa ditemukan pada penderita berumur tua.
    Cara pencegahan penyakit kulit Panau dapat dilakukan dengan menjaga kebersihan kulit, dan dapat diobati dengan obat anti jamur yang dijual di pasaran, dan dapat juga diobati dengan obat-obatan tradisional seperti daun sirih yang dicampur dengan kapur sirih dan dioleh pada kulit yang terserang Panau.

4.Eksim (ekzema)

       Merupakan penyakit kulit yang ditandai dengan kulit kemerah-merahan, bersisik, pecah-pecah, terasa gatal terutama pada malam hari (eksim kering), timbul gelembung-gelembung kecil yang mengandung air atau nanah, bengkak, melepuh, tampak merah, sangat gatal dan terasa  dingin yang berlebihan pada kulit (eksim basah). Bagian tubuh yang sering diserang eksim yaitu tangan, kaki, lipatan paha, dan telinga .          
   Eksim disebabkan karena alergi terhadap rangsangan zat kimia tertentu seperti yang terdapat dalam detergen, sabun, obat-obatan dan kosmetik, kepekaan terhadap jenis makanan tertentu seperti udang, ikan laut, telur, daging ayam, alkohol, vetsin (MSG), dan lain-lain. Eksim juga dapat disebabkan karena alergi serbuk sari tanaman, debu, rangangan iklim, bahkan gangguan emosi. Eksim lebih sering menyerang pada orang-orang yang berbakat alergi. Penyakit ini sering terjadi berulang-ulang atau kambuh. Oleh karena itu harus diperhatikan untuk menghindari hal-hal atau bahan-bahan yang dapat menimbulkan alergi (alergen.) panas.
     Munculnya eksim dapat dihindari dengan melakukan beberapa tips dibawah ini :
1.Jaga kelembaban kulit.
2.Hindari perubahan suhu dan kelembaban yang mendadak.
3.Hindari berkeringat terlalu banyak atau kepanasan.
4.Kurangi Stress.
5.Hindari pakaian yang menggunakan bahan yang menggaruk seperti wool dan lain lain.
6.Hindari sabun dengan bahan yang terlalu keras, deterjen dan larutan lainnya.
7.Hindari faktor lingkungan lain yang dapat mencetuskan alergi seperti serbuk bunga, debu, bulu binatang  dan lain lain.
Hati hati dalam memilih makanan yang bisa menyebabkan alergi.
4. Bisul (Furunkel)

        Bisul merupakan infeksi kulit berupa benjolan, tampak memerah, yang akan membesar, berisi nanah dan terasa panas, dapat tumbuh di semua bagian tubuh, namun biasanya tumbuh pada bagian tubuh yang lembab, seperti : leher, lipatan lengan, atau lipatan paha, kulit kepala. Bisul disebabkan karena adanya infeksi bakteri Stafilokokus aureus pada kulit melalui folikel rambut, kelenjar minyak, kelenjar keringat yang kemudian menimbulkan infeksi lokal. Faktor yang meningkatkan risiko terkena bisul antara lain kebersihan yang buruk, luka yang terinfeksi, pelemahan diabetes, kosmetika yang menyumbat pori, dan pemakaian bahan kimia. Apabila bisul banyak, atau ada demam di badan, maka harus ditambah dengan obat minum antibiotik.
 Apabila bisul terjadi berulang-ulang, maka harus dicari faktor yang mendasarinya, yaitu apakah ada penyakit
kencing manis, penyakit ginjal berat, penyakit berat, menurunnya daya tahan tubuh pada orang tersebut atau orang yang telah berusia lanjut.


 5. Campak (Rubella)

        Merupakan penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus, dan biasanya menyerang anak-anak. Gejala dari penyakit ini adalah demam, bersin, pilek, sakit kepala, badan terasa lesu, tidak napsu makan, dan radang mata. Setelah beberapa hari dari gejala tersebut timbul ruam merah yang gatal, bertambah besar, tersebar ke beberapa bagian tubuh.
Vaksin campak merupakan bagian dari imunisasi rutin pada anak-anak. Vaksin biasanya diberikan dalam bentuk kombinasi dengan gondongan dan campak Jerman (vaksin MMR/mumps, measles, rubella), disuntikkan pada otot paha atau lengan atas.
Jika hanya mengandung campak, vaksin dibeirkan pada umur 9 bulan. Dalam bentuk MMR, dosis pertama diberikan pada usia 12-15 bulan, dosis kedua diberikan pada usia 4-6 tahun.
selain itu penderita juga harus disarankan untuk istirahat minimal 10 hari dan makan makanan yang bergizi agar kekebalan tubuh meningkat.


B.GANGGUAN SISTEM EKSKRESI PADA PARU-PARU

1.Emfisema

       Penyebab: Emfisema disebabkan karena hilangnya elastisitas alveolus. Alveolus sendiri adalah gelembung-gelembung yang terdapat dalam paru-paru. Pada penderita emfisema, volume paru-paru lebih besar dibandingkan dengan orang yang sehat karena karbondioksida yang seharusnya dikeluarkan dari paru-paru terperangkap didalamnya. Asap rokok dan kekurangan enzim alfa-1-antitripsin adalah penyebab kehilangan elastisitas pada paru-paru ini.
  • Gejala: Sesak napas dalam waktu lama dan tidak dapat disembuhkan dengan obat pelega yang biasa digunakan penderita sesak napas. Nafsu makan yang menurun dan berat badan yang menurun juga biasa dialami penderita emfisema.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari asap rokok adalah langkah terbaik untuk mencegah penyakit ini. Berhenti merokok juga sangat penting.

2.Kanker Paru-paru

  •        Penyebab: Kanker telah menjadi penyakit yang mematikan, bahkan kanker paru-paru merupakan pembunuh pertama dibandingkan kanker lainnya. Sel tumor atau kanker yang tumbuh di paru-paru dialami oleh penderita kanker paru-paru. Kanker dapat tumbuh di jaringan ini dan dapat menyebar ke bagian lain.
          Penyebab utamanya adalah asap rokok yang mengandung banyak zat beracun dan dihisap masuk ke paru-paru dan telah terakumulasi selama puluhan tahun menyebabkan mutasi pada sel saluran napas dan menyebabkan terjadinya sel kanker.
         Penyebab lain adalah radiasi radio aktif, bahan kimia beracun, stres atau faktor keturunan.
  • Gejala: Batuk, sakit pada dada, sesak napas, batuk berdarah, mudah lelah dan berat badan menurun. Tetapi seperti pada jenis kanker lainnya, gejala umumnya baru terlihat apabila kanker ini sudah tumbuh besar atau telah menyebar.
  • Pencegahan dan solusi: Menghindari rokok dan asap rokok juga banyak mengkonsumsi makanan bergizi yang banyak mengandung antioksidan untuk mencegah timbulnya sel kanker.
   Penyakit Kanker Paru-paru tergolong dalam penyakit kanker yang mematikan, baik bagi pria maupun wanita. Dibandingkan dengan jenis penyakit kanker lainnya, seperti kanker prostat, kanker usus, dan kanker payudara, penyakit kanker paru-paru dewasa ini cenderung lebih cepat meningkat perkembangannya.
    Penyakit kanker paru-paru adalah sebuah bentuk perkembangan sell yang sangat cepat (abnormal) didalam jaringan paru yang disebabkan oleh perubahan bentuk jaringan sell atau ekspansi dari sell itu sendiri. Jika dibiarkan pertumbuhan yang abnormal ini dapat menyebar ke organ lain, baik yang dekat dengan paru maupun yang jauh misalnya tulang, hati, atau otak.
    Penyakit kanker paru-paru lebih banyak disebabkan oleh merokok (87%), sedangkan sisanya disebabkan oleh zat asbes, radiasi, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan pancaran oven arang bisa menyebabkan kanker paru-paru, meskipun biasanya hanya terjadi pada pekerja yang juga merokok.
      Klasifikasi Penyakit Kanker Paru-Paru
Ada pengklasifikasian dari penyakit kanker paru-paru, Ini dilihat dari tingkat penyebarannya baik dijaringan paru itu sendiri maupun terhadap organ tubuh lainnya. Namun pada dasarnya penyakit kanker paru-paru terbagi dalam dua kriteria berdasarkan level penyebarannya:
    1.Kanker paru-paru primer
Memiliki 2 type utama, yaitu Small cell lung cancer (SCLC) dan Non-small cell lung cancer (NSCLC). SCLC adalah jenis sell yang kecil-kecil (banyak) dimana memiliki daya pertumbuhan yang sangat cepat hingga membesar. Biasanya disebut “oat cell carcinomas” (karsinoma sel gandum). Type ini sangat erat kaitannya dengan perokok, Penanganan cukup berespon baik melalui tindakan chemotherapy and radiation therapy.Sedangkan NSCLC adalah merupakan pertumbuhan sell tunggal, tetapi seringkali menyerang lebih dari satu daerah di paru-paru. Misalnya Adenoma, Hamartoma kondromatous dan Sarkoma.
   2.Kanker paru sekunder
Merupakan penyakit kanker paru yang timbul sebagai dampak penyebaran kanker dari bagian organ tubuh lainnya, yang paling sering adalah kanker payudara dan kanker usus (perut). Kanker menyebar melalui darah, sistem limpa atau karena kedekatan organ.
      Tanda dan Gejala Penyakit Kanker Paru-paru
Tanda dan gejala kanker paru ini hanya akan muncul saat perkembangan abnormal sell ini semakin parah kearah stadium yang lebih lanjut, dan ini memerlukan waktu bertahun-tahun sejak awal perkembangannya. Bahkan ada kemungkinan tidak menampakkan adanya tanda dan gejala khusus, melainkan hanya tampak jika dilakukan X-ray. Namun jika beberapa tanda dan gejala dibawah ini apabila dirasakan, sebaiknya segeralah periksa ke dokter :
  1. Batuk-batuk yang lama pada orang merokok
  2. Kesulitan bernafas (nafas pendek)
  3. Batuk mengeluarkan darah (meskipun jumlah sedikit)
  4. Sering mengalami infeksi paru (pneumonia atau bronchitis)
  5. Adanya nyeri dada, bahu dan bagian punggung
  6. Suara yang berubah dari biasanya
  7. Batuk lebih dari 2 minggu pada orang yang tidak merokok
  8. Lainnya seperti susah menelan, leher dan wajah tampak membengkak, nafsu makan berkurang, hilangnya berat badan, cepat lelah atau lemah.

         Penyebab Penyakit Kanker Paru-paru
Penyebab terbesar adalah merokok, Sedangkan lainnya adalah disebabkan adanya kontaminasi udara sekitar oleh zat asbes, polusi udara oleh asap kendaraan ataupun pembakaran termasuk asap rokok. Ada beberapa kasus penyakit yang memicu terjadinya penyakit kanker paru-paru ini, yaitu penyakit TBC dan Pneumonia. Kedua penyakit ini dapat menimbulkan perlukaan pada jaringan sell organ paru sehingga mensupport terjadinya pertumbuhan sell abnormal didalam rongga tersebut. Biasanya kanker paru yang berkembang dari kasus ini adalah jenis adenocarcinoma (adenoma).
          Penanganan dan Treatment Penyakit Kanker Paru
Penanganan dan treatment atau pengobatan yang dilakukan pada orang yang terdiagnosa mengalami penyakit kanker paru akan tergantung dari tingkat stadiumnya, kemungkinan dilakukannya operasi, serta kondisi umum si Penderita. Hal ini tidak terlepas dari riwayat serta penyebab dari adanya kanker paru tersebut tentunya.
Beberapa langkah yang biasa dilakukan adalah:
  • Tindakan operasi pembedahan mengangkat sell kanker
  • Tindakan Therapy Radiasi
  • Tindakan Therapy Kemotherapy
  • Tindakan penyuntikan {Photodynamic (PTD)}
Pemberian Nutrisi dan supplement dapat mengurang gejala yang disebabkan oleh kanker paru. Vitamin D dan Fe sangat baik untuk diberikan oleh penderita penyakit kanker paru, Begitu pula dengan makanan antioxidant seperti blueberri, cherri, dan buah tomat. 

C.GANGGUAN SISTEM EKSKRESI PADA HATI

 

A.Proses Kerusakan Hati

Hati yang normal halus dan kenyal bila disentuh. Ketika hati terinfeksi suatu penyakit (misalnya Hepatitis C), hati menjadi bengkak. Sel hati mulai mengeluarkan enzim alanin aminotransferase ke darah. Dengan keadaan ini dokter dapat memberitahu anda apakah hati sudah rusak atau belum. Bila konsentrasi enzim tersebut lebih tinggi dari normal, itu adalah tanda hati mulai rusak. Sewaktu penyakit hati berkembang, perubahan dan kerusakan hati meningkat.

     1.Fibrosis.
Setelah membengkak, hati mencoba memperbaiki dengan membentuk bekasluk atau parut kecil. Parut ini disebut“fibrosis”, yang membuat hati lebih sulit melakukan fungsinya. Sewaktu kerusakan berjalan, semakin banyak parut terbentuk dan mulai menyatu, dalam tahap selanjutnya disebut “sirosis”.
2.Sirosis.
Kerusakan yang berulang, area besar hati yang rusak dapat menjadi permanen dan menjadi koreng. Darah tidak dapat mengalir dengan baik pada jaringan hati yang rusak. Hati mulai menciut dan menjadi keras. Penyakit Hepatitis C kronis biasanya dapat menyebabkan sirosis sama seperti kelebihan mengkonsumsi minuman beralkohol.
                                         3.Fungsi hati rusak.
Sewaktu sirosis bertambah parah, hati tidak dapat menyaring kotoran, racun, dan obat yang ada dalam darah. Hati tidak lagi dapat memproduksi “clotting factor” untuk menghentikan pendarahan. Cairan tubuh terbentuk pada abdomen dan kaki, pendarahan pada usus sering terjadi, dan biasanya fungsi mental menjadi lambat. Pada titik ini, transplantasi hati adalah pilihan satu-satunya.
                                                  4.Kanker hati.
Kadang kala kerusakan sel hati diikuti dengan perubahan gen sel yang mana dapat menjadi kanker. Pasien Hepatitis C kronis memiliki resiko lebih tinggi untuk menderita “hepatocellular carcinoma”, suatu tipe tumor hati.

 

 

Pencegahan Kerusakan Hati:

Sirosis dapat dihentikan dan kadang kala dapat dicegah. Untuk pasien Hepatitis C kronis, sangat penting untuk mencegah kerusakan lebih lanjut pada hati dimana sirosi lebih buruk. Selain itu, jika anda penderita penyakit Hepatitis C hindari alkohol secara total. Juga jangan minum alkohol dengan acetaminophen (merupakan kandungan obat sakit kepala dan flu), karena bila dikonsumsi berbarengan dapat menyebabkan kondisi “hepatitis fulminant”, yang dapat menyebabkan fungsi hati rusak total.
D.GANGGUAN SISTEM EKSKRESI PADA GINJAL
1. Sindrom Nefrotik

     Sindrom nefrotik, adalah salah satu penyakit ginjal yang sering dijumpai pada anak, merupakan suatu kumpulan gejala-gejala klinis yang terdiri dari proteinuria masif, hipoalbuminemia, hiperkholesterolemia serta sembab.
Secara klinis sindrom nefrotik dibagi menjadi 2 golongan, yaitu :
  1. Sindrom nefrotik primer, faktor etiologinya tidak diketahui. Dikatakan sindrom nefrotik primer oleh karena sindrom nefrotik ini secara primer terjadi akibat kelainan pada glomerulus itu sendiri tanpa ada penyebab lain.
  2. 2. Sindrom nefrotik sekunder, timbul sebagai akibat dari suatu penyakit sistemik atau sebagai akibat dari berbagai sebab yang nyata seperti misalnya efek samping obat.
Tujuan pengobatan sindrom nefrotik adalah untuk mengurangi gejala, mencegah komplikasi dan menunda kecepatan/progresivitas kerusakan ginjal. Pengobatan terhadap gangguan penyebab kondisi ini juga diperlukan untuk mengendalikan sindrom nefrotik





2.Infeksi Saluran Kemih

infeksi saluran kemih (ISK) adalah infeksi bakteri yang terjadi pada saluran kemih.

Beberapa petunjuk pencegahan untuk mengobati infeksi saluran kemih dan mencegah terulang kembali antara lain :
  • Perhatikan kebersihan secara baik, misalnya setiap buang air seni, bersihkanlah dari depan ke belakang. Hal ini akan mengurangi kemungkinan bakteri masuk ke saluran urin dari rektum.
  • Ganti selalu pakaian dalam setiap hari, karena bila tidak diganti, bakteri akan berkembang biak secara cepat dalam pakaian dalam.
  • Pakailah bahan katun sebagai bahan pakaian dalam, bahan katun dapat memperlancar sirkulasi udara.
  • Hindari pakaian ketat yang dapat mengurangi ventilasi udara, dan dapat mendorong perkembangbiakan bakteri.
  • Buang air seni sesering mungkin (setiap 3 jam) untuk mengosongkan kandung kemih.
  • Jangan menunda buang air kecil, sebab menahan buang air seni merupakan sebab terbesar dari infeksi saluran urin.
  • Buang air seni sesudah hubungan kelamin, hal ini membantu menghindari saluran urin dari bakteri.
  • Hindari kafein, minuman mengandung karbonat dan alkohol sebab semua bahan ini akan mengiritasi kandung kemih.
  • Usahakan jangan pernah malu untuk berkonsultasi kepada dokter agar dapat dicegah penyebaran bakterinya.



https://mystudyhomework.wordpress.com/2012/03/18/gangguan-pada-sistem-ekskresi-dan-cara-pencegahanya/

Laporan Projek Roket Air

Laporan Projek Roket Air Kelompok 4 : Amanda Christa Putri                        (03) Audrey Violyta Pradnya Diva           (04) B...